Asap Selimuti Ternate, Siswa Diliburkan Mulai Besok
Ternate, malutpost.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Ternate mencatat sekitar 70 persen area kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Buku Deru-Deru, Kelurahan Takome, Kecamatan Ternate Barat, berhasil dikendalikan. Sementara 30 persen sisanya masih mengeluarkan asap dan diduga menyimpan titik api di bawah timbunan sampah.
Hal tersebut disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Ternate, Rizal Marsaoly, usai rapat evaluasi penanganan karhutla di Posko Tanggap Darurat, Senin (12/10/2026).
Rizal mengatakan, rapat yang melibatkan organisasi perangkat daerah (OPD) teknis, TNI-Polri, Basarnas, dan pemangku kepentingan lainnya itu mengevaluasi penanganan kebakaran selama masa tanggap darurat.
“Dari hasil presentasi tadi, melalui beberapa metode yang dilakukan tim tanggap darurat untuk penanganan TPA Buku Deru-Deru, kurang lebih 70 persen area terbakar sudah bisa dikendalikan,” ujarnya.
Untuk memadamkan sisa titik api, tim tetap menggunakan alat berat untuk mengurai timbunan sampah, penyemprotan air bertekanan tinggi menggunakan water cannon, serta penutupan dengan tanah.
Penanganan juga akan diperkuat dengan penggunaan busa khusus (foam) dari Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar). Busa tersebut akan dialirkan melalui pipa ke titik yang masih mengeluarkan asap, kemudian disusul penyemprotan air untuk membantu menjangkau sumber api pada kedalaman sekitar 5 hingga 10 meter.
Evaluasi Masa Tanggap Darurat
Rizal menyebutkan, masa tanggap darurat karhutla dijadwalkan berakhir pada Jumat (16/10/2026). Namun, pemerintah akan mengevaluasi kondisi lapangan sebelum menentukan apakah masa tanggap darurat perlu diperpanjang.
Jika pada Kamis (15/10/2026) masih terdapat potensi kebakaran yang membutuhkan penanganan lanjutan, Pemkot Ternate akan mempertimbangkan perpanjangan masa tanggap darurat selama tujuh hari.
Seluruh Sekolah Diliburkan hingga 15 Oktober
Sebagai langkah antisipasi dampak paparan asap, Pemkot Ternate atas arahan Wali Kota M Tauhid Soleman memutuskan meliburkan kegiatan belajar mengajar di seluruh sekolah mulai Selasa hingga Kamis (13–15/10/2026).
Rizal meminta para siswa tetap berada di rumah dan menghindari aktivitas di luar ruangan sampai kualitas udara membaik. Orang tua juga diminta mengawasi anak-anak selama masa libur.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Ternate, Fathiyah Suma, mengimbau masyarakat mewaspadai dampak asap, terutama anak-anak, lansia, ibu hamil, serta warga yang memiliki riwayat asma atau gangguan pernapasan.
Berdasarkan penjelasan tim kesehatan dalam rapat evaluasi, hasil pengukuran kualitas udara di sejumlah rumah penduduk masih menunjukkan nilai di atas kondisi normal sehingga diperlukan langkah mitigasi.
Petugas puskesmas telah dikerahkan ke sejumlah wilayah, termasuk lingkungan sekolah, untuk membagikan masker. Sebanyak 10 ribu masker yang diterima dari pusat krisis kesehatan akan didistribusikan melalui jaringan pelayanan kesehatan di Kota Ternate.
Masyarakat juga diimbau mengurangi aktivitas di luar rumah, menggunakan masker saat harus keluar, serta segera mendatangi fasilitas kesehatan jika mengalami sesak napas atau gejala gangguan pernapasan lainnya.
Pemkot Ternate bersama tim tanggap darurat akan terus memantau perkembangan kebakaran dan kualitas udara guna memastikan penanganan berjalan optimal serta mengurangi risiko kesehatan bagi masyarakat. (van)