1. Beranda
  2. Maluku Utara

Konektivitas Jalan Maluku Utara Butuh Rp8 Triliun

Oleh ,

Sofifi, malutpost.com -- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku Utara (Malut) terus mendorong percepatan pembangunan konektivitas daerah, mulai dari infrastruktur jalan dan jembatan hingga pemerataan jaringan listrik dan internet.

Wakil Gubernur Maluku Utara, Sarbin Sehe, menegaskan percepatan pembangunan konektivitas harus diawali dengan pendataan yang akurat hingga tingkat dasar. Data tersebut dinilai menjadi fondasi penting dalam menyusun perencanaan pembangunan secara terpadu.

Menurut Sarbin, konektivitas merupakan salah satu perhatian utama Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda.

Pembangunan infrastruktur harus berjalan seiring dengan pertumbuhan ekonomi sehingga manfaat pembangunan dan investasi dapat dirasakan masyarakat secara merata.

"Data yang akurat menjadi dasar kita untuk menyusun perencanaan pembangunan konektivitas secara terpadu," kata Wagub Sarbin, saat membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Pemaparan Rencana Sektoral, Konfirmasi Data dan Lokasi, serta Tindak Lanjut Penyusunan Rencana Kerja Terpadu, yang berlangsung di Kantor Gubernur di Sofifi, Rabu (7/10/2026).

Dalam rakor tersebut Sarbin mengungkapkan, kesiapan jalan di Maluku Utara saat ini baru mencapai sekitar 46 persen. Sementara berdasarkan hasil inventarisasi Pemprov Maluku Utara, kebutuhan anggaran untuk menuntaskan konektivitas jalan daerah diperkirakan mencapai Rp8 triliun.

Tidak hanya jalan provinsi, kebutuhan untuk pembangunan dan penyempurnaan jaringan jalan nasional di Maluku Utara juga diperkirakan mencapai sekitar Rp10 triliun.

Sarbin berharap dukungan pemerintah pusat melalui kementerian dan balai terkait dapat semakin diperkuat. Ia juga meminta dukungan sektor energi dan telekomunikasi, termasuk PT PLN dan PT Telkomsel, untuk memperluas konektivitas nonfisik di wilayah Maluku Utara.

Menurutnya, konektivitas tidak hanya berbicara mengenai jalan dan jembatan, tetapi juga menyangkut pemerataan akses listrik dan jaringan internet.

"Kita semua berikhtiar agar catatan pertumbuhan ekonomi tinggi yang dimiliki daerah dibarengi dengan dukungan infrastruktur, agar manfaat investasi dan pertumbuhan ekonomi dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat," tegasnya.

Ia menambahkan, sinergi lintas sektor menjadi kunci agar pembangunan konektivitas tidak berjalan sendiri-sendiri, melainkan terintegrasi dengan kebutuhan pembangunan dan potensi ekonomi masing-masing wilayah. (nar) 

Baca Juga