1. Beranda
  2. Pendidikan

Pemda Halteng Siap Dukung Pengembangan Ekosistem Talenta Lokal

Oleh ,

Weda, malutpost.com — Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng) mendukung gagasan pembangunan kedaulatan intelektual masyarakat melalui pengembangan ekosistem talenta lokal yang melibatkan pemerintah daerah, perguruan tinggi, dunia industri, serta mitra akademik dan internasional.

Gagasan tersebut mengemuka dalam pembahasan rencana pengembangan WILL Village (Weda Intensive Language Learning Village), sebuah inisiatif yang dirancang untuk merespons perubahan sosial dan ekonomi di Weda, khususnya kebutuhan sumber daya manusia lokal yang mampu beradaptasi dengan perkembangan industri.

Bupati Halteng, Ikram Malan Sangadji mengatakan, WILL Village tidak hanya diarahkan sebagai program pembelajaran bahasa, tetapi mengintegrasikan Bahasa Inggris dan Mandarin, literasi digital dan AI, keterampilan profesional, serta kesiapan kerja sesuai kebutuhan industri.

Pemda Halteng menilai transformasi industri di Weda perlu diikuti dengan peningkatan kapasitas masyarakat lokal agar tidak hanya menjadi bagian dari perubahan ekonomi, tetapi juga memiliki pengetahuan, keterampilan, dan kapasitas intelektual untuk mengambil peran di dalamnya.

Pentahelix sebagai Model Kolaborasi

Pemda Halteng memandang pengembangan WILL Village membutuhkan kolaborasi pentahelix antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, dunia industri, masyarakat, serta mitra akademik dan internasional.

Universitas Khairun diposisikan sebagai koordinator dan penggerak program, termasuk pengembangan kurikulum, pengelolaan, evaluasi, dan penghubung para mitra.

Sementara Pemda Halteng berperan sebagai mitra pembangunan daerah yang mengidentifikasi kebutuhan masyarakat, membuka akses dan keterlibatan masyarakat, mengoordinasikan desa serta pemangku kepentingan, dan mendukung keberlanjutan program.

Dunia industri, khususnya IWIP, diharapkan tidak hanya memberikan dukungan pembiayaan, tetapi ikut merancang program melalui penyampaian kebutuhan kompetensi dan bahasa, masukan kurikulum, kunjungan industri, guest lecture, workplace observation, hingga peluang magang dan pengembangan talenta.

Pendekatan ini diharapkan mengubah pola hubungan dari sekadar dukungan industri menjadi kemitraan substantif dalam membangun ekosistem talenta lokal.

Dorong Pembelajaran Mandarin di SMP 25

Kepala Dinas Pendidikan Halmahera Tengah, Mukhsin Ibrahim mengatakan, sebagai langkah awal, pihaknya akan mendorong penguatan pembelajaran Bahasa Mandarin secara intensif di SMP 25 Halmahera Tengah.

Program tersebut diharapkan menjadi titik awal pembangunan ekosistem pembelajaran bahasa bagi generasi muda yang tumbuh di tengah perubahan sosial dan ekonomi di Halmahera Tengah.

Pelaksanaannya dirancang melalui kolaborasi Pemda Halteng, Universitas Khairun, Confucius Institute/Unhas, serta dunia industri. Pembelajaran tidak hanya berorientasi pada kemampuan bahasa, tetapi juga disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan industri.

"Sesuai arahan bupati, program Mandarin di SMP 25 juga dapat menjadi ruang awal untuk menguji model pembelajaran yang nantinya dikembangkan ke satuan pendidikan atau komunitas lain," kata Muksin.

Mempersiapkan Masyarakat Hadapi Transformasi Industri

Pemda Halteng menilai kemampuan bahasa, literasi AI, keterampilan digital, komunikasi profesional, dan kesiapan kerja menjadi bagian penting dalam meningkatkan kapasitas masyarakat menghadapi perubahan ekonomi.

Karena itu, WILL Village diharapkan menjadi ruang pembelajaran yang dekat dengan masyarakat dan kebutuhan dunia kerja.

Mitra akademik dan bahasa seperti Unhas/Confucius Institute dapat berkontribusi melalui pengajar Mandarin, pengembangan materi, pelatihan pengajar, dan kegiatan budaya. Sementara Nanchang University diharapkan mendukung melalui keahlian Mandarin, visiting teachers, pertukaran akademik dan budaya, serta pengembangan mobilitas dan kurikulum.

Menuju Kesepakatan Bersama

Pemda Halteng membuka ruang pembahasan bentuk kelembagaan untuk memastikan program berjalan terstruktur dan berkelanjutan, termasuk kemungkinan penyusunan PKS atau MoU yang melibatkan Pemda Halteng, Universitas Khairun, IWIP, Unhas/Confucius Institute, dan Nanchang University.

Hal lain yang masih perlu disepakati yakni lokasi WILL Village, bentuk dukungan pemerintah daerah, kontribusi akademik dan pengajar, serta skema dukungan industri melalui program, fasilitas, CSR/ESG maupun bentuk lainnya.

Pemda Halteng melihat inisiatif ini sebagai peluang membangun model pembangunan manusia yang berangkat dari kebutuhan daerah.

Industri menjadi bagian dari ekosistem, perguruan tinggi menyediakan kapasitas akademik, mitra internasional membawa pengetahuan dan pengalaman, sementara pemerintah memastikan program tetap berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Melalui pendekatan tersebut, gagasan kedaulatan intelektual Halmahera Tengah mulai diterjemahkan ke dalam langkah konkret, seperti penguatan pembelajaran Mandarin, literasi AI dan keterampilan digital, serta pengembangan jalur talenta lokal yang terhubung dengan kebutuhan industri.