Perempuan dalam Kontrol Kapitalisme
Oleh: El dinoh
Liga Mahasiswa Indonesia Demokrasi (LMID)
Pertanyaan yang diajukan di sini bukanlah apa itu penindasan perempuan, melainkan bagaimana penindasan itu terjadi. Pertanyaan ini telah dijelaskan oleh Friedrich Engels melalui pendekatan antropologi sejarah dalam karyanya yang berjudul The Origin of the Family, Private Property and the State.
Tesis Engels membahas tentang hak milik pribadi dan keluarga dalam sejarah perkembangan corak produksi masyarakat.
Baca di: Koran digital Malut Post edisi Kamis, 1 Oktober 2026
Ketika sebagian orang dalam masyarakat memiliki alat produksi yang mampu mengakumulasi kapital kepada "anak milik bapak", hal ini kemudian mengikat perempuan pada tali perkawinan monogami/poligini sebagai istri dan ibu dalam rumah tangga yang dipimpin oleh suami ("bapak").
Perempuan atau istri lantas menjadi hak milik pribadi suami guna melangsungkan proses reproduksi sosial. Oleh karena itu, perempuan kehilangan kondisi kemanusiaannya yang merdeka.
Jadi, jelaslah bahwa penindasan perempuan bukanlah sesuatu yang alamiah, melainkan terjadi di dalam kondisi sosial ketika diri perempuan berubah menjadi hak milik pribadi (private property) ayah atau suaminya.
Apa yang penting dari penjelasan Engels tersebut?
-
Pertama, penindasan perempuan merupakan peristiwa sejarah, yakni peristiwa terbentuknya hak milik pribadi dan keluarga yang menjadi basis sosial akumulasi kapital.
-
Kedua, peristiwa itu bukan terjadi karena adanya pembagian kerja secara seksual (gender) dalam rumah tangga semata. Pembagian kerja secara seksual berdimensi penindasan ketika akumulasi kapital dan kebutuhan pewarisan mengubah perempuan menjadi tidak setara.
-
Ketiga, peristiwa yang menjadikan perempuan sebagai hak milik pribadi itu berlangsung mengikuti perkembangan corak produksi masyarakat. Artinya, perempuan sebagai hak milik pribadi pada masa corak produksi asiatik (sebagai contoh) menjadi tenaga produksi (dan reproduksi) pertanian keluarga dalam pertalian perkawinan poliginis.
Baca Halaman Selanjutnya..