1. Beranda
  2. PLN Peduli

PLN Bentuk Garda Siaga Bencana di Waena, 30 Warga Dibekali Hadapi Karhutla

Oleh ,

Jayapura, malutpost.com – PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Maluku dan Papua (UIP MPA) memperkuat kesiapsiagaan masyarakat di Distrik Heram, Kota Jayapura, melalui Program Waena Desa Siaga Bencana 2026.

Sebanyak 30 warga dibentuk dalam kelompok siaga dan dibekali pengetahuan, keterampilan, serta sarana pendukung untuk menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), cuaca ekstrem, hingga kondisi tanggap darurat.

Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN tersebut dilaksanakan selama dua hari, 24–25 September 2026, di Kantor Distrik Heram dan Buper Waena. Kegiatan dirancang untuk membangun kapasitas masyarakat agar mampu melakukan tindakan awal ketika terjadi bencana sekaligus meningkatkan upaya pencegahan sebelum bencana terjadi.

Kelompok Waena Desa Siaga Bencana terdiri atas unsur ASN Distrik Heram, ASN Kelurahan Waena, PKK, serta masyarakat. Dari total 30 anggota, terdapat keterlibatan perempuan yang menjadi bagian penting dalam penguatan kesiapsiagaan masyarakat di tingkat lingkungan.

Kepala Distrik Heram, Anna C. Kaigere, SE, menegaskan bahwa kesiapsiagaan harus dibangun sebelum bencana terjadi, terlebih Waena merupakan wilayah yang memiliki potensi banjir dan longsor.

“Distrik Heram khususnya Waena adalah wilayah yang langganan banjir dan longsor. Kita tidak bisa hanya menunggu bantuan datang setelah bencana. Kita harus SIAGA sebelum bencana.”

Warga terlibat aktif dalam pembentukan Garda Siaga Bencana oleh PLN.

Menurut Anna, masyarakat harus menjadi bagian utama dalam sistem kesiapsiagaan. Tidak hanya pemerintah, tetapi perempuan, pemuda, tokoh adat, dan warga yang memahami kondisi lingkungan juga harus dilibatkan.

“Libatkan semua. Perempuan, pemuda, tokoh adat harus jadi aktor utama. Pengalaman mama-mama di Waena yang hafal sungai dan lorong adalah informasi kebencanaan yang paling berharga.”

Ia juga meminta agar program tersebut tidak berhenti setelah kegiatan selesai.

“Saya minta setelah program ini, jangan selesai di atas kertas. Bentuk Forum Relawan Distrik Heram, buat simulasi tiga bulan sekali, dan saya akan dukung dengan anggaran Distrik.”

Manager PLN Unit Pelaksana Proyek Maluku dan Papua 3 (UPP MPA 3), Rahmat Hidayat, mengatakan kesiapsiagaan bencana harus dibangun melalui pengetahuan, keterampilan, koordinasi, sarana pendukung, dan keterlibatan aktif masyarakat.

“Program ini bukan sekadar pemberian bantuan atau pelaksanaan pelatihan selama dua hari. Kami berharap pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh dapat diteruskan kepada keluarga, tetangga, dan masyarakat di lingkungan masing-masing,” ujar Rahmat.

Rahmat menambahkan, sarana yang diberikan PLN merupakan alat pendukung, sementara faktor utama dalam menghadapi kondisi darurat adalah kesiapan manusianya.

“Peralatan hanyalah alat bantu. Yang paling penting adalah kesiapan masyarakat, mulai dari pengetahuan, kedisiplinan, kepedulian, koordinasi, hingga keberanian untuk bertindak secara tepat ketika menghadapi keadaan darurat,” katanya.

Baca halaman selanjutnya...

Baca Juga