Investasi Bodong: Membongkar Mekanisme Skema Ponzi
Oleh: Hartaty Hadady
(Akademisi Manajemen Investasi, Unkhair)
Ada satu pertanyaan sederhana yang seharusnya muncul setiap kali seseorang ditawari sebuah investasi yaitu dari mana keuntungan investasi itu berasal? Pertanyaan ini tampak sederhana.
Namun, dalam praktiknya, banyak orang justru lebih tertarik bertanya berapa besar keuntungannya, kapan uang bisa kembali, dan berapa banyak bonus yang akan diterima.
Baca di: Koran digital Malut Post edisi Selasa, 22 September 2026
Disinilah persoalan investasi bodong sering bermula. Di tengah meningkatnya minat masyarakat untuk berinvestasi, berbagai tawaran pengembangan dana semakin mudah ditemukan.
Media sosial, grup percakapan, komunitas, bahkan rekomendasi dari teman dan keluarga dapat menjadi pintu masuk sebuah tawaran investasi. Ada yang menawarkan keuntungan tetap, ada yang menjanjikan penghasilan rutin, dan ada pula yang menggunakan istilah investasi yang terdengar begitu meyakinkan.
Masalahnya, tidak semua tawaran tersebut benar-benar merupakan investasi. Salah satu mekanisme yang perlu dipahami masyarakat adalah skema Ponzi. Skema Ponzi bukan sekadar persoalan investasi yang gagal memberikan keuntungan.
Persoalannya jauh lebih mendasar, uang yang dibayarkan kepada peserta sebelumnya dapat berasal dari uang peserta yang masuk kemudian, bukan dari keuntungan kegiatan usaha atau investasi yang sesungguhnya.
Dengan memahami mekanisme tersebut, masyarakat dapat melihat bahwa persoalan investasi bodong bukan hanya terletak pada besarnya keuntungan yang dijanjikan. Persoalan yang lebih penting adalah bagaimana keuntungan tersebut dihasilkan dan dari mana uang untuk membayarnya berasal.
Baca Halaman Selanjutnya..