Bukan Sekadar Upacara, Ini yang Disiapkan Pemprov Malut untuk HUT ke-27
Sofifi, malutpost.com -- Ada yang berbeda dalam perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Provinsi Maluku Utara tahun 2026.
Pemerintah Provinsi Maluku Utara tidak ingin momentum tahunan tersebut hanya berakhir sebagai seremoni pemerintahan.
Berbagai agenda mulai dimatangkan untuk melibatkan masyarakat sekaligus menggerakkan sektor ekonomi kreatif di Maluku Utara.
Persiapan tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi (Rakor) lintas sektor yang digelar di Aula Bidadari Lantai 4 Kantor Gubernur Maluku Utara, Senin (14/9/2026).
Rakor dibuka langsung Wakil Gubernur (Wagub) Maluku Utara (Malut), Sarbin Sehe, dan dihadiri Sekretaris Daerah Provinsi Maluku Utara Samsuddin A. Kadir bersama sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD).
Di antaranya Asisten II, staf ahli Gubernur, Dinas Perindag, Dinas Nakertrans, Bapenda, Dukcapil, Biro Administrasi Pimpinan, Satpol PP, Direktur RS Chasan Boesoirie, BPBD, Disarpus, Biro Kesra, RSJ Sofifi, RSU Sofifi, BPSDM, serta Dinas Koperasi dan UMKM.
Sekprov Malut Samsuddin A. Kadir mengatakan, rakor tersebut digelar untuk memastikan seluruh agenda yang disiapkan masing-masing OPD dapat terintegrasi menjadi satu rangkaian besar perayaan HUT ke-27 Provinsi Maluku Utara.
Menurut Samsuddin, rangkaian kegiatan direncanakan mulai dilaunching pada 1 Oktober 2026. Momentum tersebut sekaligus menjadi waktu untuk memperkenalkan tema dan logo resmi HUT ke-27. Sementara puncak peringatan akan berlangsung pada 12 Oktober 2026.
"Rangkaian acara direncanakan mulai launching pada 1 Oktober 2026, yang juga akan meresmikan tema dan logo resmi HUT ke-27. Puncaknya pada 12 Oktober 2026 akan dilaksanakan Upacara Peringatan HUT Provinsi, dilanjutkan Sidang Paripurna di Kantor DPRD, dan ditutup dengan doa bersama pada malam harinya," ujar Samsuddin usai rakor.
Namun, kata dia, agenda HUT tidak berhenti pada upacara dan sidang paripurna. Pemprov Malut juga menyiapkan Panggung Hiburan Rakyat serta sejumlah kegiatan yang menyentuh langsung aktivitas masyarakat.
Untuk memperkuat dampak ekonomi dari perayaan HUT, Pemprov Malut menggandeng Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Maluku Utara.
Sejumlah agenda ekonomi kreatif disiapkan sepanjang pekan perayaan, mulai dari kurasi budaya, festival budaya, kegiatan UMKM hingga pameran ekonomi kreatif.
Konsep tersebut diharapkan mampu membuka ruang bagi pelaku UMKM dan ekonomi kreatif untuk memasarkan produk sekaligus memperluas pasar. Pemerintah juga menyiapkan berbagai perlombaan yang diyakini mampu menarik antusiasme masyarakat.
Selain balap motor atau lotres, agenda HUT akan diramaikan dengan perlombaan tradisional serta malam hiburan rakyat.
Samsuddin menegaskan, seluruh rangkaian kegiatan tersebut dirancang agar masyarakat tidak hanya menjadi penonton, tetapi ikut terlibat dalam perayaan.
Samsuddin berharap HUT ke-27 Provinsi Maluku Utara dapat menjadi momentum yang benar-benar dirasakan seluruh lapisan masyarakat.
Ia menegaskan, perayaan HUT bukan semata agenda seremonial pemerintah dan pejabat, tetapi harus menjadi ruang kebersamaan sekaligus mendorong perputaran ekonomi masyarakat.
"Kami berharap momentum HUT ke-27 ini tidak hanya menjadi perayaan seremonial pejabat, tetapi menjadi pesta milik seluruh rakyat Maluku Utara sekaligus penggerak roda ekonomi kreatif di bumi Moloku Kie Raha," pungkasnya.
Dengan berbagai agenda yang disiapkan, HUT ke-27 Maluku Utara tahun ini diproyeksikan bukan hanya menghadirkan seremoni pemerintahan, tetapi juga hiburan, budaya, UMKM dan aktivitas ekonomi yang melibatkan masyarakat secara langsung. (nar)