1. Beranda
  2. Ternate

Maulid Nabi: KKST Kota Ternate Ajak Warga Teladani Akhlak Rasulullah, Rawat Kerukunan dan Persaudaraan

Oleh ,

Ternate, malutpost.com — Kerukunan Keluarga Sulawesi Tenggara (KKST) Kota Ternate mengajak seluruh warga untuk menjadikan akhlak Rasulullah SAW sebagai pijakan dalam membangun kehidupan yang rukun, memperkuat persaudaraan, dan merawat kebersamaan.

Pesan tersebut mengemuka dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah/2026 M yang digelar KKST Kota Ternate, Minggu (6/9/2026), dengan mengusung tema “Meneladani Akhlak Rasulullah dalam Membangun Kerukunan, Persaudaraan, dan Kebersamaan”

Kegiatan ini tidak hanya menjadi momentum keagamaan, tetapi juga ruang memperkuat silaturahmi dan kekompakan keluarga besar KKST bersama paguyuban-paguyuban Sulawesi Tenggara yang ada di Kota Ternate.

Ketua Panitia, Nuriani Rahman, S.Pd dalam laporannya mengatakan, peringatan Maulid Nabi merupakan bentuk kecintaan umat Islam kepada Rasulullah SAW sekaligus momentum untuk menghidupkan kembali keteladanan beliau dalam kehidupan sehari-hari.

Menurut Nuriani, Maulid juga memiliki makna penting bagi keluarga besar KKST karena menjadi wadah memperkuat gotong royong dan silaturahmi.

“Meneladani akhlak Rasulullah berarti menjadikan sifat dan sunnah Rasulullah SAW sebagai pedoman hidup serta membentuk karakter yang mulia,” katanya.

Ketua KKST Kota Ternate, Jamian Kolengsusu, S.IP dalam sambutannya menegaskan bahwa peringatan Maulid Nabi harus memberikan dampak nyata dalam kehidupan sosial.

Nilai-nilai yang dicontohkan Rasulullah SAW, kata Jamian, harus diterjemahkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam membangun hubungan antarsesama.

Sikap saling menghormati, menjaga persaudaraan, memperkuat silaturahmi, serta mengedepankan kebersamaan menjadi bagian penting dari keteladanan Rasulullah yang harus terus dijaga.

Jamian juga menekankan pentingnya kekompakan antar-paguyuban sebagai bagian dari keluarga besar KKST Kota Ternate. Perbedaan latar belakang budaya dan daerah asal, menurutnya, justru harus menjadi kekuatan untuk membangun kebersamaan.

Semangat itu terlihat dalam pelaksanaan Maulid yang melibatkan Paguyuban Cia-Cia, Kabaena, Wakatobi, Buton, Muna serta Paguyuban Wolio sebagai tuan rumah.

Hikmah Maulid disampaikan Drs. H. Adam Marus, M.Pd.I

Dalam ceramahnya, Adam Marus mengajak jamaah tidak berhenti pada kecintaan kepada Rasulullah SAW secara lisan, tetapi membuktikannya melalui perilaku dan akhlak dalam kehidupan.

Keteladanan Rasulullah SAW, terutama dalam hal kejujuran, amanah, kasih sayang, kepedulian, dan penghormatan terhadap sesama, dinilai menjadi fondasi penting dalam membangun masyarakat yang damai dan harmonis.

Pesan tersebut sejalan dengan tema Maulid KKST Kota Ternate yang menempatkan akhlak Rasulullah sebagai dasar untuk membangun kerukunan, persaudaraan, dan kebersamaan.

Dengan demikian, Maulid tidak sekadar mengenang kelahiran Nabi Muhammad SAW, tetapi menjadi momentum untuk melakukan refleksi: sejauh mana nilai-nilai yang dicontohkan Rasulullah benar-benar hadir dalam kehidupan bermasyarakat.

Tradisi Talang Jadi Simbol Kebersamaan

Nuansa budaya juga begitu kuat dalam peringatan Maulid KKST Kota Ternate. Salah satunya melalui tradisi "talang atau tala" yang disiapkan secara bersama oleh empat paguyuban.

Bagi masyarakat asal Sulawesi Tenggara, tradisi tersebut bukan sekadar penyajian makanan. Talang mengandung nilai kebersamaan, gotong royong, kesetaraan sosial, rasa syukur, dan silaturahmi.

Proses menyiapkan talang melibatkan kerja sama anggota keluarga dan kemudian dinikmati bersama setelah didoakan. Tradisi tersebut menjadi gambaran nyata bagaimana kebersamaan dibangun dari hal-hal sederhana.

Panitia juga melaporkan bahwa rangkaian Maulid diawali dengan pengajian Al-Qur’an dan pembacaan Debe oleh Majelis Taklim KKST Kota Ternate yang berlangsung sejak pukul 13.30 hingga 15.30 WIT.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H akhirnya menjadi pertemuan antara nilai agama dan budaya: mengenang keteladanan Rasulullah sekaligus merawat tradisi yang diwariskan leluhur.

Bagi KKST Kota Ternate, keduanya bermuara pada satu pesan penting yaitu persaudaraan harus dirawat, kerukunan harus dijaga, dan kebersamaan harus terus diperkuat.

Baca Juga