1. Beranda
  2. Maluku Utara

352 Pesilat Berebut Tiket Menuju PON 2028 di Kejurda Pencak Silat Gubernur Cup II

Oleh ,

Sofifi, malutpost.com – Sebanyak 352 pesilat dari sembilan kabupaten/kota di Maluku Utara (Malut) ambil bagian dalam Kejuaraan Daerah (Kejurda) Pencak Silat Gubernur Cup II Tingkat Provinsi Malut 2026.

Kejuaraan yang digelar Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Malut berkolaborasi dengan Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Malut ini, dibuka langsung Wakil Gubernur (Wagub) Sarbin Sehe di Aula SMAN 5 Kota Tidore Kepulauan (Tikep), Humat (4/9/2026).

Pembukaan kejuaraan ditandai dengan pemukulan gong oleh Wagub Sarbin Sehe. Turut hadir Plt Kepala Dispora Malut Zainudin Kader, Ketua IPSI Malut Nirwan MT. Ali dan jajaran Pemprov Malut lainnya.

Ajang ini sekaligus menjadi bagian dari proses seleksi atlet menuju Pra-PON 2028. Para pesilat mulai bertanding memperebutkan prestasi terbaik hingga penutupan pada 7 September 2026 mendatang.

Dalam arahannya, Wagub Sarbin menegaskan pencak silat tidak hanya sekadar cabang olahraga. Menurutnya, pencak silat merupakan warisan budaya yang mencerminkan jati diri bangsa Indonesia sehingga perlu terus dilestarikan, terutama di kalangan generasi muda.

“Sudah sepantasnya pencak silat diajarkan kepada seluruh masyarakat, bahkan sejak usia dini. Ini bagian dari menjaga kelestarian warisan leluhur,” ujarnya.

Sarbin menyebut, Kejurda menjadi kesempatan bagi para atlet untuk mengukur hasil pembinaan dan latihan yang telah dijalani. Kompetisi juga penting untuk membentuk mental serta menambah pengalaman bertanding para pesilat.

“Event ini menjadi kesempatan bagi atlet untuk mengukur perkembangan kemampuan setelah menjalani proses pembinaan dan latihan,” ucapnya.

Ia kemudian meminta Dispora bersama IPSI Malut terus memperkuat pembinaan dan aktif mencari bibit-bibit baru. Sebab, Malut memiliki potensi pesilat yang dapat dikembangkan untuk meraih prestasi lebih tinggi. Karena itu, pembinaan atlet harus dilakukan secara berkelanjutan dan tidak berhenti pada kompetisi tingkat daerah.

“Saya meminta Kadispora bersama PB IPSI terus memperhatikan dan mencari bibit-bibit atlet pencak silat. Saya yakin pesilat-pesilat di Malut juga memiliki potensi yang mumpuni,” tegasnya.

Sarbin juga mengapresiasi semangat dan antusiasme para atlet yang mengikuti Kejurda. Ia berharap kompetisi tersebut mampu melahirkan pesilat tangguh dan andal yang dapat membawa nama Malut pada ajang yang lebih tinggi.

“Terima kasih dan bangga atas semangat dan antusiasme luar biasa yang ditunjukkan para atlet. Semoga kejuaraan ini melahirkan atlet-atlet yang tangguh dan andal sehingga mampu berkiprah lebih baik pada event yang lebih tinggi, tidak hanya di tingkat daerah,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Kejurda Pencak Silat Gubernur Cup II, Yusman Taher, mengatakan kompetisi tersebut berlangsung selama empat hari, mulai dari 4 hingga 7 September 2026. Di mana terdapat 352 atlet yang mengikuti kompetisi bergengsi tersebut. Mereka berasal dari sembilan kabupaten/kota se-Malut.

Selain sebagai ajang kompetisi, Kejurda juga menjadi bagian dari proses seleksi pesilat yang akan dipersiapkan menuju Pra-PON 2028.

“Kejurda ini dilakukan sebagai ajang seleksi para pesilat yang ada di kabupaten/kota se-Maluku Utara menuju Pra-PON 2028,” tutupnya. (cr-01)

Baca Juga