1. Beranda
  2. Maluku Utara

Investor Mulai Dilirik, Wagub Buka Peluang Investasi di Lima Sektor Unggulan Maluku Utara

Oleh ,

Ternate, malutpost.com -- Wakil Gubernur (Wagub) Maluku Utara (Malut), Sarbin Sehe, menegaskan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku Utara tidak ingin North Moluccas Investment Business Forum (NMIBF) 2026 hanya menjadi ajang seremonial.

Hal itu disampaikan Sarbin saat membuka Rapat Koordinasi Pembahasan Materi NMIBF 2026 yang digelar Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Provinsi Maluku Utara di lantai 2 Syamantira Cafe and Resto, Ternate, Kamis (3/9/2026).

Wagub meminta forum investasi tersebut menghasilkan langkah konkret untuk mendatangkan investor sekaligus mendorong peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan kesejahteraan masyarakat.

“Maluku Utara memiliki kekayaan alam yang luar biasa. Melalui NMIBF 2026 ini kita ingin menunjukkan bahwa kita siap menerima investasi, khususnya di sektor perikanan, kelautan, perkebunan, peternakan dan pertanian," tegas Sarbin.

Menurutnya, sektor perikanan, kelautan, perkebunan, peternakan dan pertanian merupakan sektor unggulan yang harus dipromosikan secara serius kepada investor nasional maupun internasional.

Sarbin bahkan menargetkan dalam satu hingga dua bulan ke depan sudah terdapat kepastian investasi yang masuk ke Maluku Utara.

“Satu sampai dua bulan ke depan kita sudah harus ada kepastian investor masuk,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, Pemprov Maluku Utara saat ini juga tengah menjajaki peluang kerja sama dengan calon investor asal Tiongkok melalui fasilitasi Universitas Indonesia.

Dalam rakor tersebut, Sarbin memberikan empat arahan utama yang harus menjadi perhatian dalam pelaksanaan NMIBF 2026.

Pertama, mempercepat realisasi investasi. Menurutnya, promosi investasi harus diarahkan pada hasil konkret, bukan sebatas memperkenalkan potensi daerah.

Kedua, mendorong peningkatan PAD melalui investasi. Pemprov Malut akan memperkuat koordinasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan pasar modal, termasuk mengkaji peluang pembiayaan melalui obligasi daerah.

Ketiga, memperkuat promosi produk unggulan daerah. Sarbin menekankan kualitas produk harus menjadi kekuatan utama agar mampu menembus pasar yang lebih luas.

“Kalau kualitasnya bagus, tanpa promosi besar pun pasti dicari pasar,” tegasnya.

Keempat, memperkuat sinergi pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota. Seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) diminta aktif membangun koordinasi agar pelaksanaan NMIBF 2026 berjalan efektif.

Rakor tersebut turut dihadiri Asisten II Bidang Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Setda Maluku Utara, Sri Haryanti Hatari, sejumlah pimpinan OPD terkait, perbankan, perwakilan perusahaan, Ketua APINDO Maluku Utara, serta akademisi Universitas Khairun.

Sarbin berharap pembahasan tersebut melahirkan konsep NMIBF 2026 yang terukur dan berorientasi hasil, sehingga forum investasi itu mampu menarik modal baru, memperkuat ekonomi daerah, meningkatkan PAD, dan memberikan dampak langsung bagi masyarakat Maluku Utara. (nar) 

Baca Juga