Ukir Sejarah, Pemprov Malut Raih Medali Emas dan Platinum Award IKD 2026
Jakarta, malutpost.com – Provinsi Maluku Utara (Malut) kembali mengukir sejarah dengan meraih prestasi di tingkat nasional. Daerah yang dipimpin Gubernur Sherly Tjoanda dan Wakil Gubernur Sarbin Sehe ini berhasil meraih Penghargaan Indeks Keinsinyuran Daerah (IKD) Emas serta Platinum Award IKD 2026.
Penghargaan tersebut diberikan Persatuan Insinyur Indonesia (PII) bersama Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dalam Malam Penghargaan IKD 2026 di Gedung B.J. Habibie, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Jakarta, Sabtu (29/8/2026) malam.
Malut menjadi provinsi dengan capaian IKD tertinggi dalam pengukuran tahun 2026. Malut mencatat angka IKD 1,44, sekaligus menempatkan daerah kepulauan di timur Indonesia itu sebagai peraih Platinum Award.
Untuk kategori provinsi, Malut meraih medali Emas, disusul Provinsi Riau dengan medali Perak dan DKI Jakarta dengan medali Perunggu.
Penghargaan tersebut diterima Wakil Gubernur Sarbin Sehe yang mewakili Gubernur Sherly Tjoanda.
Dalam kesempatan itu, Sarbin mengatakan, capaian tersebut menjadi kebanggaan sekaligus catatan penting bagi Malut. Sebab, penghargaan itu membuktikan Malut mampu bersaing dengan daerah lain dalam penerapan praktik keinsinyuran untuk mendukung pembangunan daerah. “Ini bukan sekadar angka. Ini adalah bukti nyata bahwa daerah yang secara geografis berada di ujung timur Indonesia mampu berdiri di barisan terdepan dalam tata kelola keinsinyuran daerah,” kata Sarbin dalam keterangan tertulisnya.
Dia menyebut penghargaan tersebut merupakan hasil kerja bersama pemerintah daerah, para insinyur, aparatur sipil negara (ASN), perencana pembangunan, serta seluruh pihak yang terlibat dalam pembangunan Malut. Karena itu, Pemprov Malut berkomitmen menjadikan penghargaan tersebut bukan hanya sebagai pencapaian, tetapi juga sebagai amanah untuk meningkatkan kualitas pembangunan ke depan.
Sarbin menyampaikan tiga komitmen Pemprov Malut. Pertama, memperkuat peran insinyur di lingkungan pemerintah daerah, mulai dari perencanaan, pengambilan kebijakan hingga pelaksanaan pembangunan. Kedua, meningkatkan keterlibatan Malut dalam berbagai kegiatan yang diselenggarakan PII, baik di tingkat pusat maupun daerah. Ketiga, meningkatkan kualitas dan kompetensi insinyur melalui pendidikan, pelatihan, sertifikasi profesi dan pembinaan secara berkelanjutan. “Penghargaan ini bukan hanya sebuah piala atau predikat, melainkan sebuah amanah dan tanggung jawab moral yang harus kami jaga dan tingkatkan pada tahun-tahun mendatang,” tandasnya.
Sementara itu, Ketua Umum PII Ilham Akbar Habibie mengatakan pengukuran IKD merupakan bagian dari pelaksanaan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2014 tentang Keinsinyuran. IKD digunakan untuk mengukur praktik keinsinyuran dalam penyelenggaraan pembangunan di pemerintah daerah, baik provinsi, kabupaten maupun kota.
Menurut Ilham, IKD tidak sekadar menjadi ajang pemberian penghargaan. Hasil pengukuran tersebut menjadi indikator bahwa praktik keinsinyuran mulai ditempatkan sebagai bagian penting dalam tata kelola pembangunan daerah.
“Indeks Keinsinyuran Daerah bukan sekadar penghargaan. Hasil pengukuran IKD merupakan indikator bahwa praktik keinsinyuran mulai ditempatkan sebagai bagian penting dari tata kelola pembangunan daerah,” kata Ilham.
Pengukuran IKD 2026 merupakan kerja sama PII dengan Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kemendagri. Tahun ini menjadi pelaksanaan perdana dengan melibatkan 327 pemerintah daerah yang terdiri atas provinsi, kabupaten dan kota.
Ketua Pelaksana IKD, Handoko, menjelaskan pengukuran dilakukan dengan melihat sejumlah aspek, antara lain penerapan standar mutu, kapasitas inovasi dan kebijakan praktik keinsinyuran dalam pembangunan daerah.
Terpisah, Ketua Tim Sekretariat Koordinasi Pengukuran Indeks Keinsinyuran Daerah (PIKD) Provinsi Malut Fachruddin Tukuboya menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung proses pengukuran IKD hingga Malut berhasil meraih skor tertinggi secara nasional. Terutama Gubernur Sherly, Wagub Sarbin, Sekretaris Provinsi (Sekprov) Samsuddin A. Kadir serta para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkup Pemprov Malut.
“Dengan penuh rasa syukur dan bangga, Tim Sekretariat Koordinasi PIKD Malut menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada ibu gubernur, pak wagub, pak sekprov dan para pimpinan OPD yang telah memberikan dukungan penuh, arahan, serta berpartisipasi secara aktif dan konstruktif dalam menyampaikan data maupun informasi yang dibutuhkan Tim PIKD Tahun 2026, sehingga berhasil meraih Skor Nilai Tertinggi IKD 2026,” kata Fachruddin.
Menurutnya, dukungan penuh, arahan dan partisipasi aktif seluruh perangkat daerah dalam menyampaikan data dan informasi yang dibutuhkan menjadi salah satu faktor penting dalam capaian tersebut.
“Dukungan, arahan strategis dan partisipasi aktif dari seluruh pihak dalam setiap tahapan pengumpulan, pengisian hingga verifikasi data merupakan kunci utama dari capaian ini,” ujarnya.
Fachruddin menilai sinergi yang terbangun antarpihak menunjukkan komitmen bersama dalam mewujudkan tata kelola data pemerintahan yang aman, akurat dan berkualitas.
“Sinergi dan kerja sama yang terjalin dengan baik menjadi bukti nyata komitmen bersama. Ini juga menjadi motivasi bagi kami untuk terus mempertahankan dan meningkatkan capaian ini di tahun-tahun mendatang,” punkasnya.
Diketahui, selain Provinsi Malut, penghargaan tertinggi juga diberikan kepada sejumlah kabupaten kota Malut lainnya, yakni Kota Tidore dan Kabupaten Pulau Morotai. Penghargaan IKD 2026 ini juga menjadi bagian dari rangkaian menuju penyelenggaraan Conference of ASEAN Federation of Engineering Organisations (CAFEO) ke-44 yang akan digelar di Bandung pada 20–22 Oktober 2026. Indonesia melalui PII akan menjadi tuan rumah agenda keinsinyuran tingkat ASEAN tersebut.
Penghargaan tersebut sekaligus menjadi tantangan bagi Pemprov Malut untuk mempertahankan capaian dan meningkatkan kualitas pembangunan di seluruh wilayah, termasuk pulau-pulau kecil dan daerah terpencil. (cr-01)