1. Beranda
  2. Ternate

Desa Tuada Didorong Jadi Sentra Pangan Lokal Berbasis Sagu

Oleh ,

Ternate, malutpost.com — Upaya memperkuat kemandirian pangan berbasis potensi lokal terus dilakukan di Kabupaten Halmahera Barat, Provinsi Maluku Utara. Salah satunya melalui program “Penguatan Desa Mandiri Pangan Berbasis Produksi Sagu Melalui Penerapan Standar Clean, Higien, PIRT, dan Sertifikasi Halal” yang dilaksanakan di Desa Tuada, Kecamatan Jailolo.

Program tersebut merupakan bagian dari Hibah Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Desa Binaan Tahun 2026 yang diraih oleh Universitas Khairun (UNKHAIR) melalui Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (KEMENDIKTISAINTEK).

Program ini diarahkan untuk mengembangkan potensi sagu sebagai salah satu pangan lokal strategis sekaligus meningkatkan kemampuan masyarakat dalam menghasilkan produk sagu yang lebih bersih, higienis, aman, bermutu, dan memiliki daya saing ekonomi.

Kegiatan tersebut melibatkan tim dosen Universitas Khairun yang memiliki kompetensi lintas bidang. Tim terdiri atas Prof. Dr. Hamidin Rasulu, STP., MP, Guru Besar Fakultas Pertanian Universitas Khairun bidang Teknologi Hasil Pertanian; Prof. Dr. Ir. Yusri Sapsuha, SPt., MSc, IPM, Guru Besar Fakultas Pertanian Universitas Khairun bidang Nutrisi Ternak; serta Mila Fatmawati, SE., S.Pd., MSi, dosen Fakultas Pertanian Universitas Khairun bidang Agribisnis, dan Maiz Papilaya, SP., MSi (Dosen STPK Banau Halmahera Barat). Program berlangsung selama Tiga tahun (2026-2028).

Dalam pelaksanaannya, tim Universitas Khairun bermitra dengan kelompok masyarakat setempat, yakni KUPS Sagu Tuada Akepulo, Desa Tuada, yang diketuai oleh Bapak Mahfud Muhammad dan Risno Mahfud.

Program ini tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi sagu, tetapi juga mendorong perubahan pola pengelolaan dari produksi tradisional menuju sistem pengolahan yang memenuhi prinsip clean dan higienis. Pendekatan tersebut penting untuk meningkatkan kualitas produk sekaligus membuka peluang lebih besar bagi produk sagu lokal untuk masuk ke pasar yang lebih luas.

Salah satu bentuk dukungan yang diberikan kepada kelompok mitra adalah bantuan peralatan pengolahan sagu. Peralatan tersebut antara lain alat pemotong atau senso, alat pemarut, serta filter air bersih berbasis teknologi nano membran.

Dukungan peralatan ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi proses produksi, menjaga kebersihan bahan dan lingkungan pengolahan, serta meningkatkan kapasitas produksi kelompok masyarakat.

Baca Halaman Selanjutnya..

Baca Juga