Dosen Pertanian Unkhair Latih Peternak Jambula Terapkan Biosekuriti
Ternate, malutpost.com – Tim Dosen Fakultas Pertanian Universitas Khairun (Unkhair) menggelar sosialisasi dan pelatihan bagi peternak sapi di Kelurahan Jambula. Kegiatan bertajuk “Implementasi Biosekuriti dan Edukasi Sanitasi sebagai Strategi Ketahanan Pangan Peternakan Sapi di Kelurahan Jambula” ini dilangsungkan sejak April hingga Agustus 2026.
Tim dosen yang terlibat dalam kegiatan ini terdiri dari drh. Sri Wahyuni, M.Si., Dr. Sri Utami, S.Pt., M.Sc., dan WD. Syarni Tala, S.Si., M.Sc., serta mahasiswa Program Studi Peternakan, Fakultas Pertanian Universitas Khairun.
Ketua Tim PKM Fakultas Pertanian, drh. Sri Wahyuni, M.Si., mengatakan program tersebut dilaksanakan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peternak dalam menerapkan biosekuriti dan sanitasi kandang sebagai langkah pencegahan penyakit zoonosis pada ternak.
“Penerapan manajemen kesehatan yang baik diharapkan dapat menciptakan lingkungan peternakan yang lebih bersih dan sehat sehingga mendukung peningkatan produktivitas ternak serta keberlanjutan usaha peternakan rakyat,” ujarnya kepada Malut Post, Selasa (18/8/2026).
Kata dia, rangkaian kegiatan sosialisasi dan pelatihan diawali dengan koordinasi bersama mitra dan observasi kondisi awal peternakan. Selanjutnya dilakukan pre-test untuk mengetahui tingkat pengetahuan awal peternak, kemudian dilanjutkan dengan sosialisasi dan edukasi mengenai prinsip biosekuriti, sumber penularan penyakit, sanitasi kandang, pengelolaan limbah, dan pemeriksaan kesehatan ternak.
“Dalam sosialisasi ini peternak mendapatkan demonstrasi dan praktik langsung mengenai pembersihan dan desinfeksi kandang serta penerapan biosekuriti. Kegiatan praktik ini diharapkan dapat membantu peternak memahami bahwa pencegahan penyakit tidak hanya bergantung pada pengobatan, tetapi juga melalui pengelolaan lingkungan peternakan yang bersih dan higienis,” tuturnya.
Ia menuturkan, sebagai bentuk implementasi teknologi dan dukungan terhadap keberlanjutan program, pihaknya juga menyerahkan beberapa peralatan kepada mitra, yaitu alat desinfektan, alas sapi, dan timbangan sapi digital.
Alat desinfektan diberikan untuk mendukung penerapan sanitasi dan desinfeksi lingkungan kandang secara lebih efektif. Alas sapi digunakan untuk membantu meningkatkan kebersihan dan kenyamanan area tempat ternak beristirahat, sedangkan timbangan sapi digital dimanfaatkan untuk melakukan pemantauan berat badan ternak secara lebih mudah dan terukur.
Data berat badan dapat menjadi salah satu indikator dalam pemantauan pertumbuhan dan kondisi ternak serta membantu peternak dalam pengelolaan pemeliharaan.
Ia menambahkan, kegiatan PKM selama kurang lebih empat bulan itu dilanjutkan dengan post-test dan evaluasi keterampilan untuk mengetahui perubahan pengetahuan dan kemampuan peternak setelah mengikuti edukasi dan praktik.
Hasil evaluasi menjadi bagian penting dalam mengukur keberhasilan program sekaligus menentukan kebutuhan pendampingan berikutnya. Sebab, implementasi biosekuriti dan edukasi sanitasi memiliki peran penting dalam mendukung ketahanan pangan asal hewan.
“Ternak yang sehat dan produktif akan berkontribusi terhadap ketersediaan pangan yang aman dan berkualitas bagi masyarakat. Oleh karena itu, penerapan langkah-langkah pencegahan penyakit di tingkat peternakan menjadi bagian penting dalam membangun sistem peternakan rakyat yang sehat dan berkelanjutan,” tandasnya.
Ia berharap pelaksanaan PKM di Kelurahan Jambula tidak hanya sekadar menjadi pengetahuan baru bagi para peternak, namun lebih dari itu warga bisa memiliki keterampilan dan sarana pendukung untuk menerapkan biosekuriti dan sanitasi secara mandiri.
“Sinergi antara edukasi, praktik, dan penerapan teknologi diharapkan dapat meningkatkan kesehatan ternak, produktivitas peternakan, dan keberdayaan peternak, sekaligus memperkuat ketahanan pangan masyarakat di Kelurahan Jambula,” pungkasnya.
Untuk diketahui, pelatihan dan sosialisasi Dosen Fakultas Pertanian itu didanai Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemdiktisaintek) melalui hibah Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) tahun 2026, skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat, Ruang Lingkup Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat, Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. (pn/mg-01)