Pertamina Uji Kesiapsiagaan Hadapi Keadaan Darurat di Fuel Terminal Biak
Ternate, malutpost.com – PT Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku terus memperkuat budaya keselamatan kerja dengan menggelar Simulasi Penanggulangan Keadaan Darurat (PKD) Level 1 di Fuel Terminal Biak, Rabu (5/8/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya perusahaan untuk memastikan kesiapan personel, keandalan sistem tanggap darurat, serta efektivitas koordinasi dalam menghadapi berbagai potensi risiko operasional.
Area Manager Communication, Relation, & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku, Ispiani Abbas, menjelaskan simulasi tersebut mengangkat skenario terjadinya overfill atau tumpahan BBM jenis Pertalite yang berpotensi berkembang menjadi pelepasan uap hidrokarbon (vapour cloud) hingga memicu kebakaran.
Menurutnya, latihan ini dirancang untuk menguji kemampuan seluruh personel dalam merespons kondisi darurat secara cepat dan tepat, mulai dari komunikasi, pengambilan keputusan, hingga koordinasi dengan seluruh fungsi pendukung sesuai Prosedur Penanggulangan Keadaan Darurat (PKD) yang berlaku.
"Melalui latihan ini, kami menguji kecepatan respons, efektivitas komunikasi, pengambilan keputusan, hingga koordinasi dengan fungsi pendukung sesuai Prosedur Penanggulangan Keadaan Darurat yang berlaku. Keselamatan merupakan prioritas utama dalam setiap kegiatan operasional Pertamina Patra Niaga," ujar Ispiani.
Ia menegaskan, simulasi rutin dilakukan agar setiap pekerja memahami peran dan tanggung jawabnya saat menghadapi situasi darurat sehingga penanganan dapat berlangsung efektif dan risiko dapat diminimalkan.
Selain menguji kesiapsiagaan personel, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari implementasi aspek Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) yang selama ini menjadi standar operasional Pertamina Patra Niaga. Melalui pelatihan berkala, perusahaan berkomitmen menjaga keselamatan pekerja, melindungi masyarakat serta lingkungan sekitar, sekaligus memastikan distribusi energi tetap berlangsung aman dan andal.
"Kesiapsiagaan harus dilatih secara konsisten. Melalui simulasi seperti ini, kami ingin memastikan seluruh tim maupun prosedur dilaksanakan dengan baik dalam menghadapi setiap potensi risiko keselamatan kerja sehingga pelayanan energi kepada masyarakat dapat terus berlangsung secara aman dan berkelanjutan," kata Ispiani.
Ia menambahkan, hasil simulasi akan dievaluasi secara menyeluruh sebagai bahan perbaikan untuk meningkatkan kapasitas personel maupun sistem tanggap darurat di lingkungan Pertamina Patra Niaga.
"Evaluasi hasil simulasi akan menjadi dasar untuk terus memperkuat kemampuan perusahaan dalam menghadapi keadaan darurat, sehingga aspek keselamatan kerja dan keandalan operasional dapat terus ditingkatkan," tutupnya. (wm-01/onk/*).