Gubernur Sherly Tegaskan Revitalisasi Sekolah Harus Tuntas, Siswa Berhak Belajar di Fasilitas yang Layak
Sofifi, malutpost.com -- Gubernur Maluku Utara (Malut), Sherly Tjoanda, menegaskan program revitalisasi sekolah di daerah harus diselesaikan secara menyeluruh agar manfaatnya segera dirasakan para siswa.
Penegasan itu disampaikan saat meninjau pelaksanaan Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden Prabowo Subianto di SMAN 5 Tidore Kepulauan, Kamis (6/8/2026).
Kunjungan kerja tersebut dilakukan untuk memastikan pelaksanaan program revitalisasi sekolah berjalan sesuai arahan pemerintah pusat. Sherly didampingi jajaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku Utara serta Kepala SMAN 5 Tidore Kepulauan.
Dalam kunjungannya, Sherly menyapa para siswa dan berkeliling melihat langsung kondisi fasilitas sekolah yang akan direvitalisasi. Ia berharap pembangunan tersebut mampu menciptakan lingkungan belajar yang lebih nyaman sehingga berdampak pada peningkatan kualitas pendidikan di Maluku Utara.
"Revitalisasi ini bukan sekadar memperbaiki bangunan sekolah, tetapi memastikan anak-anak kita belajar di tempat yang aman, nyaman, dan layak sehingga mereka bisa meraih prestasi yang lebih baik," katanya.
Sherly menegaskan seluruh proses revitalisasi harus diselesaikan tepat waktu agar tidak menghambat aktivitas belajar mengajar.
Menurutnya, peningkatan kualitas pendidikan tidak hanya bergantung pada kurikulum dan tenaga pendidik, tetapi juga didukung oleh ketersediaan sarana dan prasarana yang memadai.
Revitalisasi sekolah, kata Sherly merupakan bagian dari PHTC Presiden Prabowo Subianto yang bertujuan meningkatkan mutu layanan pendidikan melalui perbaikan infrastruktur sekolah di berbagai daerah.
Berdasarkan data Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku Utara, sebanyak 68 sekolah direvitalisasi menggunakan APBD Tahun Anggaran 2026 dengan total anggaran Rp53 miliar. Sementara melalui APBN Tahun 2025, sebanyak 75 sekolah memperoleh alokasi revitalisasi dengan nilai mencapai Rp92 miliar.
Sejumlah proyek yang dibiayai melalui program tersebut di antaranya pembangunan auditorium SMAN 5 Tidore Kepulauan senilai Rp3,7 miliar, gedung kelas SMAN 2 Ternate Rp3 miliar, gedung kelas SMKN 1 Pulau Taliabu Rp2,2 miliar, auditorium SMAN 2 Halmahera Timur Rp2,1 miliar, gedung kelas SMAN 1 Halmahera Tengah Rp1,8 miliar, serta pembangunan ruang kelas baru di SMAN 8 Ternate.
Program revitalisasi sekolah menjadi bagian dari upaya pemerintah mewujudkan visi Pendidikan Bermutu untuk Semua, dengan memastikan setiap peserta didik memperoleh akses terhadap lingkungan belajar yang layak, aman, dan mendukung pengembangan potensi mereka. (nar)