1. Beranda
  2. Maluku Utara

Wagub Sarbin Desak Akses BBM dan Fishing Ground untuk Nelayan Tuna Malut Diperkuat

Oleh ,

Sofifi, malutpost.com -- Wakil Gubernur Maluku Utara, Sarbin Sehe, menegaskan akses bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi dan kepastian ruang tangkap (fishing ground) menjadi dua faktor utama yang menentukan keberlangsungan usaha nelayan tuna skala kecil di Maluku Utara.

Penegasan itu disampaikan Sarbin saat membuka Pertemuan Reguler Komite Pengelola Bersama Perikanan (KPBP)-Tuna Provinsi Maluku Utara ke-XIV Tahun 2026, Selasa (4/8/2026).

Menurutnya, sebagai provinsi kepulauan dengan potensi kelautan yang besar, sektor perikanan tangkap, khususnya komoditas tuna, menjadi salah satu penopang utama perekonomian masyarakat pesisir.

"Bagi nelayan kecil yang menggunakan armada tradisional berukuran 1 Gross Tonnage, keberlanjutan usaha mereka sangat ditentukan oleh dua faktor, yakni efisiensi manajemen logistik di darat melalui akses BBM dan kepastian ruang tangkap di laut," tegas Sarbin.

Ia menjelaskan, ketersediaan BBM bersubsidi merupakan komponen operasional paling mendasar bagi nelayan. Untuk itu, kata Wagub pemerintah telah menerapkan sistem digitalisasi distribusi BBM melalui aplikasi X-Star dan mekanisme surat rekomendasi sesuai ketentuan yang berlaku guna menjamin penyaluran tepat sasaran.

Meski demikian, Sarbin mengakui masih terdapat sejumlah persoalan yang perlu dibenahi, mulai dari optimalisasi kuota BBM, sinkronisasi masa berlaku dokumen administrasi, hingga konsistensi pasokan di SPBU, SPBUN, maupun SPBU Kompak.

"Nelayan kecil harus bisa mengakses BBM secara langsung tanpa dibebani biaya tambahan," ujarnya.

Sarbin menegaskan, Pemerintah Provinsi Maluku Utara berkomitmen memperkuat pengelolaan perikanan berbasis kolaborasi. Menurutnya, berbagai persoalan di sektor perikanan tidak dapat diselesaikan oleh pemerintah semata, tetapi membutuhkan sinergi pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, perguruan tinggi, lembaga riset, organisasi nelayan, dan seluruh pemangku kepentingan.

Ia berharap setiap kebijakan yang diambil benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat pesisir, mulai dari kemudahan menjalankan usaha, akses logistik yang memadai, kepastian ruang tangkap, hingga peningkatan nilai ekonomi hasil tangkapan.

"Jika seluruh pemangku kepentingan bekerja bersama, Maluku Utara akan semakin kokoh sebagai salah satu sentra perikanan tuna unggulan Indonesia sekaligus menjadi contoh pengelolaan perikanan yang berkelanjutan," pungkasnya. (nar) 

Baca Juga