1. Beranda
  2. Maluku Utara

Wagub Lepas 413 Kontingen Pramuka Maluku Utara ke Jambore Nasional XII

Oleh ,

Sofifi, malutpost.com – Kontingen Gerakan Pramuka Kwartir Daerah (Kwarda) Maluku Utara (Malut) siap mengikuti Jambore Nasional (Jamnas) XII Tahun 2026 yang mengusung tema "Berkreasi, Berinovasi, Terampil, dan Mandiri untuk Mendukung Swasembada Pangan."

Kontingen Jamnas XII Malut ini, secara resmi dilepas Wakil Gubernur (Wagub) Sarbin Sehe.

Kegiatan yang dipusatkan di Bumi Perkemahan Cibubur Jakarta Timur pada 13-20 Agustus 2026 itu, merupakan pertemuan nasional bagi Pramuka Penggalang berusia 11 hingga 15 tahun dari seluruh Indonesia.

Sebelum bertolak ke Jakarta, kontingen Malut mengikuti pembekalan dan upacara pelepasan yang dipusatkan di Asrama Haji Ternate, Selasa (4/8/2026).

Sebanyak 413 orang tergabung dalam kontingen Malut. Terdiri atas 8 orang Pimpinan Kontingen Daerah (Pinkonda), Kwarcab Kota Ternate 38 orang, Kota Tidore Kepulauan 72 orang, Halmahera Barat 38 orang, Halmahera Tengah 56 orang, Halmahera Selatan 38 orang, Halmahera Utara 38 orang, Halmahera Timur 38 orang, Pulau Morotai 49 orang, dan Kepulauan Sula 38 orang. Dari 10 Kwartir Cabang (Kwarcab) di Malut, hanya sembilan Kwarcab yang mengikuti Jamnas XII. Kwarcab Pulau Taliabu batal mengirim kontingen karena terkendala pembiayaan.

Dalam sambutannya, Wagub Sarbin menegaskan, Jambore Nasional bukan sekadar kegiatan perkemahan, tetapi menjadi ruang pembentukan karakter generasi muda yang akan membawa nama baik Maluku Utara di tingkat nasional.

"Hari ini kita bukan sekadar melepas sebuah kontingen. Kita mengantarkan harapan. Adik-adik membawa nama Malut ke panggung nasional melalui sikap, perilaku, semangat belajar, dan kemampuan berinteraksi dengan peserta dari seluruh Indonesia," ujar Sarbin.

Menurutnya, Jamnas merupakan ruang belajar yang mempertemukan peserta dari berbagai suku, agama, etnis, dan budaya. Karena itu, para peserta diharapkan mampu membangun persahabatan, menghargai perbedaan, serta belajar hidup bersama dalam keberagaman.

"Di sana kalian tidak datang untuk berlomba menjadi yang paling hebat, tetapi belajar hidup bersama, saling berbagi pengalaman, bertukar gagasan, saling membantu, dan menghargai perbedaan sebagai kekuatan bangsa," katanya.

Sarbin menggarisbawahi, pendidikan karakter tidak hanya diperoleh di ruang kelas, tetapi juga melalui pengalaman nyata selama mengikuti kegiatan kepramukaan. Nilai kerja sama, tanggung jawab, kepedulian, hingga kemampuan menyelesaikan persoalan bersama menjadi bekal penting bagi setiap peserta.

Karena itu, ia berharap seluruh peserta tidak hanya pulang membawa kenang-kenangan, tetapi juga membawa pengalaman, cara berpikir, dan cara berinteraksi yang lebih baik untuk diterapkan di lingkungan masing-masing.

Ia juga mengingatkan agar seluruh peserta menjaga nama baik Maluku Utara selama berada di arena Jamnas.

"Peserta adalah wajah Malut. Jagalah perilaku, junjung tinggi sopan santun, dan tunjukkan bahwa masyarakat Maluku Utara dikenal sebagai pribadi yang humanis, rukun, dan saling menghargai," pesannya memgakhiri.

Sementara itu, Ketua Kwarda Gerakan Pramuka Malut Muhammad Abusama mengatakan, Jamnas XII merupakan pertemuan besar Pramuka Penggalang yang menjadi sarana pendidikan karakter melalui kegiatan perkemahan di alam terbuka.

Menurutnya, kegiatan tersebut bertujuan membentuk watak, meningkatkan sikap kemandirian dan keterampilan, serta memperkuat rasa kebangsaan yang berlandaskan nilai Bhinneka Tunggal Ika sebagai manusia yang beriman, bertakwa, dan berjiwa Pancasila.

"Jamnas menjadi wadah pembinaan spiritual, emosional, sosial, intelektual, dan fisik (SESOSIF) untuk membentuk generasi yang berkarakter, berakhlak mulia, mandiri, sekaligus mendukung swasembada pangan," tuturnya.

Abusama menjelaskan, Jamnas XII memiliki tiga tujuan utama, yakni membangun persatuan dan kesatuan melalui semangat persaudaraan, meningkatkan keterampilan dan kemandirian Pramuka Penggalang, serta meningkatkan kepedulian generasi muda dalam mendukung swasembada pangan.

Selama kegiatan, peserta akan mengikuti beragam aktivitas yang dilaksanakan sekitar 80 persen di dalam perkemahan induk dan 20 persen di luar perkemahan. Seluruh kegiatan dikemas melalui pendekatan edukatif, rekreatif, kreatif, produktif, inovatif, kompetitif, dan menantang dengan metode permainan, diskusi, demonstrasi, simulasi, hingga kompetisi.

Rangkaian kegiatan dibagi ke dalam enam kelompok, di antaranya kegiatan umum di dalam perkemahan, kegiatan rotasi yang meliputi pengetahuan, keterampilan dan teknologi, serta kegiatan nonrotasi berupa pentas kontingen daerah, kegiatan pimpinan kontingen, dan pembina pendamping.

Mantan Wakil Ketua DPRD Malut ini menambahkan, kontingen Malut dijadwalkan bertolak menuju Jakarta menggunakan KM Nggapulu pada 5 Agustus 2026 dan diperkirakan tiba di Pelabuhan Tanjung Priok pada 10 Agustus 2026 pukul 14.00 WIB. Selanjutnya peserta akan mengikuti seluruh rangkaian kegiatan Jamnas hingga 20 Agustus.

Selain itu, lanjutnya, Kwartir Nasional Gerakan Pramuka juga mengundang Gubernur Maluku Utara selaku Ketua Majelis Pembimbing Daerah (Mabida) sebagai narasumber pada kegiatan Interactive Talk and Quiz Insight Scouting bertema "Pramuka dan Entrepreneurship" yang dijadwalkan berlangsung pada 15 Agustus 2026 di Gedung Cut Nyak Dhien, Buperta Cibubur, Jakarta Timur.

Abusama menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Malut, pemerintah kabupaten/kota, serta seluruh pihak yang telah memberikan dukungan moril maupun materiel. Sehingga kontingen Maluku Utara dapat mengikuti Jambore Nasional XII Tahun 2026.

"Kwarda Malut menyampaikan penghargaan dan terima kasih setingginya kepada Ibu Gubernur, Pak Wagub, Pam Sekprov dan Bupati serta Wali Kota atas dukungannya dalam keikutsertaan Malut pada kegiatan Jamnas XII tahun 2026," tutupnya. (cr-01)

Baca Juga