118 Pasien Jalani Operasi Kornea dan Katarak di RSUD Chasan Boesoirie
Ternate, malutpost.com -- Wakil Gubernur Maluku Utara, Sarbin Sehe, meminta RSUD Chasan Boesoirie memberikan pelayanan kesehatan yang humanis kepada masyarakat saat membuka bakti sosial operasi transplantasi kornea dan katarak.
Pada kegiatan yang menjadi program transplantasi kornea pertama di Indonesia Timur itu, sebanyak 118 pasien mendapat layanan operasi, terdiri atas 18 pasien transplantasi kornea dan 100 pasien operasi katarak.
Sarbin mengatakan, kehadiran tim dokter spesialis dari Universitas Gadjah Mada (UGM) bersama seluruh mitra merupakan momentum bersejarah sekaligus berkah bagi masyarakat Maluku Utara.
"Kita harus bersyukur atas kehadiran para ahli yang peduli pada daerah kita. Atas nama Pemerintah Daerah dan seluruh masyarakat Maluku Utara, kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada UGM, PT Erela, dan seluruh pihak yang terlibat," kata Sarbin, Selasa (4/8/2026).
Mengusung tema "Melihat adalah Anugerah", kegiatan ini merupakan kolaborasi Pemerintah Provinsi Maluku Utara, KAGAMA, RSUP Dr. Sardjito Kementerian Kesehatan, PT Erela, Duke GO, Departemen Ilmu Kesehatan Mata FKKMK UGM, serta Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (Perdami).
Untuk memastikan seluruh rangkaian pelayanan berjalan optimal, Sarbin menginstruksikan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Utara melakukan pendampingan secara maksimal.
Ia juga berpesan kepada manajemen dan seluruh tenaga kesehatan RSUD Chasan Boesoirie agar mengedepankan pelayanan yang profesional dan humanis kepada setiap pasien.
"Momentum ini harus menjadi langkah untuk meningkatkan kualitas pelayanan RSUD Chasan Boesoirie sehingga semakin dipercaya masyarakat sebagai pusat layanan kesehatan di Indonesia Timur," tegasnya.
Sarbin berharap program bakti sosial operasi mata tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan sesaat, tetapi dapat dilaksanakan secara berkelanjutan agar semakin banyak warga Maluku Utara yang memperoleh akses layanan kesehatan mata berkualitas.
Sementara itu, Direktur PT Erela, Lily Radite Handojo, mengatakan program tersebut merupakan wujud komitmen perusahaan dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui layanan kesehatan.
Menurutnya, operasi katarak dan transplantasi kornea bukan sekadar kegiatan CSR, melainkan bentuk kepedulian bersama untuk mengembalikan penglihatan dan kualitas hidup pasien serta menjadi langkah awal menekan angka kebutaan akibat kerusakan kornea di Indonesia, khususnya Maluku Utara. (nar)