Dinamika Pasar dan Lemahnya Intervensi Pemerintah Kota Ternate
Oleh: Bahrun Thalib
(Akademisi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Khairun)
Fenomena kenaikan harga kebutuhan pokok menjelang hari-hari besar keagamaan dan pada hari biasanya hampir selalu terjadi setiap saat Ketika stok komoditas tersebut menghilang dari pasaran. Di Kota Ternate, kondisi ini seolah menjadi siklus yang terus berulang.
Ketika permintaan masyarakat meningkat dan pasokan mulai terganggu, harga berbagai komoditas langsung melonjak. Sayangnya, pemerintah daerah masih terlihat lambat dan belum mampu mengendalikan gejolak tersebut.
Baca di: Koran digital Malut Post edisi Kamis, 9 Juli 2026
Padahal, konstitusi Indonesia telah memberikan arah yang jelas mengenai pengelolaan perekonomian nasional. Pasal 33 ayat (1) Undang-Undang Dasar 1945 menegaskan bahwa "Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasarkan atas asas kekeluargaan."
Amanat ini mengandung makna bahwa kepala negara dan kepala daerah tidak boleh membiarkan kegiatan ekonomi sepenuhnya dikuasai oleh mekanisme pasar atau segelintir pelaku usaha. Pemerintah memiliki tanggung jawab untuk menjaga agar pasar tetap berjalan secara adil, sehat, dan mampu melindungi kepentingan masyarakat.
Namun, kondisi di lapangan menunjukkan kenyataan yang berbeda. Pergerakan harga komoditas dan bahan pokok sering kali sulit diprediksi.
Kenaikan harga bukan hanya dipengaruhi oleh tingginya permintaan, tetapi juga oleh panjangnya rantai distribusi, melonjaknya biaya transportasi, lemahnya pengawasan pasar, dan minimnya intervensi pemerintah. Akibatnya, masyarakat menjadi pihak yang paling merasakan dampaknya.
Pasar Gamalama sebagai pusat perdagangan terbesar di Kota Ternate selalu menjadi gambaran nyata dinamika tersebut. Menjelang hari besar keagamaan dan pada hari biasanya, aktivitas jual beli kadang tidak terduga lonjakannya.
Pedagang barito, sembako, sayuran, daging ayam, dan daging sapi dan komoditas lainnya sibuk melayani pembeli yang terus berdatangan. Di balik ramainya transaksi itu, sebenarnya terdapat persoalan yang lebih besar, yaitu ketergantungan kota ini terhadap pasokan barang dari luar daerah.
Baca Halaman Selanjutnya..