Lomba Atletik POPDA XII Maluku Utara Tuntas, Tikep Berdiri di Puncak Klasemen
Morotai, malutpost.com - Kota Tidore Kepulauan (Tikep) membuktikan diri sebagai kekuatan utama cabang olahraga (cabor) atletik pada Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) XII Maluku Utara 2026 di Kabupaten Pulau Morotai.
Berbekal enam medali emas, dua perak, dan lima perunggu, Tikep sukses mengunci gelar juara umum setelah seluruh pertandingan berakhir di arena atletik SDN 2 Unggulan Morotai, Desa Dehegila, Kabupaten Pulau Morotai, Rabu (9/7/2026).
Dominasi Tikep tak lepas dari penampilan impresif para atletnya, M. Rizal Baharudin, menjadi bintang dengan memborong dua medali emas pada nomor 100 meter dan 200 meter putra. Julfikar Sarjono juga tampil gemilang lewat dua emas di nomor 800 meter dan 1.500 meter putra. Sementara dua emas lainnya dipersembahkan Marsaolyf Ade yang menjadi juara pada nomor lempar lembing dan lempar cakram putra. Dengan demikian, berdasarkan klasemen akhir, Tikep mengoleksi total 13 medali, terdiri dari enam emas, dua perak, dan lima perunggu.
Sementara Kota Ternate menempati posisi kedua dengan raihan empat emas, satu perak, dan dua perunggu. Empat emas Ternate disumbangkan Aura Kasih Lantemona yang menjadi juara nomor 100 meter dan 200 meter putri, Sitti Fatima Husfa di nomor 400 meter putri, serta M. Fathur Rizki Bahrun pada nomor 5.000 meter putra.
Kabupaten Halmahera Utara berada di peringkat ketiga dengan dua emas, empat perak, dan satu perunggu. Dua emas daerah itu dipersembahkan Jersy Valencia Lahami yang menjuarai nomor lempar cakram dan tolak peluru putri.
Tuan rumah Pulau Morotai mengakhiri persaingan di posisi keempat dengan dua emas dan tiga perak. Dua emas Morotai diraih Fandi Bilsar F. Abdul Rachman pada nomor tolak peluru putra serta Nofenjel Takarendehang di nomor 5.000 meter putri.
Halmahera Selatan berada di peringkat kelima dengan dua emas, dua perak, dan dua perunggu. Seluruh emas disumbangkan Tiara La Jemi yang tampil tercepat pada nomor 800 meter dan 1.500 meter putri. Kepulauan Sula menempati posisi keenam dengan satu emas, dua perak, dan empat perunggu melalui Nuryani Galela yang menjadi juara lempar lembing putri. Disusul Halmahera Tengah di posisi ketujuh dengan satu emas, dua perak, dan satu perunggu berkat kemenangan Guntur Yuslam pada nomor 400 meter putra.
Sementara Halmahera Timur mengakhiri pertandingan dengan dua perak dan satu perunggu. Halmahera Barat hanya membawa pulang dua medali perunggu, sedangkan Pulau Taliabu belum berhasil meraih medali.
Secara keseluruhan, cabor atletik mempertandingkan 18 nomor dengan total 54 medali yang diperebutkan, masing-masing 18 emas, 18 perak, dan 18 perunggu.
Penutupan pertandingan sekaligus pengalungan medali dihadiri Wakil Bupati Pulau Morotai Rio C. Pawane, Ketua DPRD Pulau Morotai Muhamad Rizki, Plt Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Malut Nany Riana Pakaya, Ketua Panitia POPDA XII M. Sukur Lila, Plt Karo Administrasi Pimpinan Setdaprov Malut Abdul Karim, Komandan Lanal Pulau Morotai, pimpinan OPD, ofisial, pelatih, wasit, juri, serta kontingen dari 10 kabupaten/kota.
Ketua Panitia POPDA XII, M. Sukur Lila mengapresiasi seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan pertandingan sehingga berlangsung aman, tertib, dan menjunjung tinggi sportivitas. Menurutnya, POPDA bukan sekadar ajang perebutan medali, tetapi menjadi wadah pembinaan atlet pelajar yang diharapkan mampu melahirkan bibit-bibit unggul untuk mengharumkan nama Maluku Utara di masa depan.
"Terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Maluku Utara melalui Dispora, Pemerintah Kabupaten Pulau Morotai, panitia pelaksana, perangkat pertandingan, tenaga medis, aparat keamanan, relawan, dan seluruh pihak yang telah bekerja keras menyukseskan cabang olahraga atletik," ujar Sukur.
Ia berpesan kepada para atlet yang berhasil meraih medali agar tidak cepat berpuas diri. Menurutnya, prestasi di POPDA harus menjadi awal untuk meraih prestasi yang lebih tinggi.
"Bagi yang berhasil meraih medali, jangan cepat puas. Jadikan hasil ini sebagai motivasi untuk terus berlatih dan meningkatkan kemampuan agar suatu saat mampu membawa nama Malut di tingkat nasional bahkan internasional," katanya.
Sukur juga memberi semangat kepada atlet yang belum berhasil naik podium. Menurutnya, kegagalan dalam pertandingan merupakan bagian dari proses menuju prestasi.
"Bagi adik-adik yang belum meraih medali, jangan berkecil hati. Kekalahan hari ini bukan akhir dari segalanya, tetapi pelajaran yang sangat berharga. Terus berlatih, evaluasi kekurangan, dan bangkit pada kesempatan berikutnya. Saya yakin kalian juga memiliki peluang yang sama untuk berprestasi," tuturnya.
Ia berharap pembinaan atlet usia dini terus diperkuat melalui kolaborasi pemerintah daerah, sekolah, organisasi olahraga, pelatih, dan orang tua agar lahir lebih banyak atlet berprestasi dari Maluku Utara.
"Junjung tinggi sportivitas, disiplin, dan semangat pantang menyerah. Teruslah berlatih karena masa depan olahraga Maluku Utara ada di tangan para atlet muda seperti kalian," pungkasnya. (cr-01)