1. Beranda
  2. Opini

Maluku Utara Bertumbuh, Mengapa Rakyat Belum Makmur?

Oleh ,

Oleh: M. Tamhier Tamrin
(Ketua BEM Fakultas Ilmu Budaya (FIB), Universitas Khairun)

Maluku Utara sedang menikmati laju pertumbuhan ekonomi yang mengesankan. Dalam beberapa tahun terakhir, provinsi ini menjadi salah satu motor pertumbuhan ekonomi nasional berkat derasnya investasi, terutama di sektor pertambangan dan hilirisasi nikel. Berbagai capaian tersebut kerap dipresentasikan sebagai bukti keberhasilan pembangunan dan kemajuan daerah.

Namun, di balik gemerlap angka-angka pertumbuhan itu, terselip pertanyaan yang jauh lebih mendasar: apakah pertumbuhan tersebut benar-benar telah menghadirkan kesejahteraan bagi masyarakat?

Baca di: Koran digital Malut Post edisi Kamis, 2 Juli 2026

Sebab, pembangunan tidak semestinya berhenti pada statistik yang indah dipandang, melainkan harus hadir dalam kehidupan nyata rakyat. Ukuran keberhasilan pembangunan bukan sekadar tingginya angka pertumbuhan ekonomi, tetapi sejauh mana masyarakat merasakan perubahan kualitas hidup yang lebih baik.

Pertanyaan itu menjadi semakin relevan ketika realitas sosial justru memperlihatkan wajah yang berbeda. Di tengah narasi pertumbuhan ekonomi yang terus meningkat, masyarakat masih bergulat dengan mahalnya harga kebutuhan pokok, tingginya biaya transportasi, dan daya beli yang semakin tertekan.

Bagi sebagian besar warga, pertumbuhan ekonomi belum mampu mengubah kenyataan bahwa memenuhi kebutuhan sehari-hari masih menjadi perjuangan.

Fenomena tersebut menunjukkan adanya jurang antara capaian pembangunan yang tercatat dalam statistik dan kondisi yang benar-benar dirasakan masyarakat. Pertumbuhan ekonomi ternyata belum otomatis bermakna kesejahteraan.

Tekanan terhadap daya beli masyarakat bukanlah persoalan yang muncul begitu saja. Kenaikan harga bahan bakar minyak telah meningkatkan biaya distribusi barang sehingga harga kebutuhan pokok ikut terdongkrak.

Di sisi lain, pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat turut memengaruhi harga berbagai barang yang masih bergantung pada bahan baku maupun komponen impor.

Baca Halaman Selanjutnya..

Baca Juga