Rakernas APEKSI 2026 jadi Ruang Kolaborasi dan Pengembangan Potensi Daerah
Medan, malutpost.com -- Wakil Ketua II Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) yang juga Wali Kota Ternate, M. Tauhid Soleman, menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) APEKSI XVII Tahun 2026 di Kota Medan.
Forum yang diikuti 96 pemerintah kota se-Indonesia itu menjadi wadah memperkuat kolaborasi antardaerah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi melalui promosi investasi, pemberdayaan UMKM, dan pengembangan potensi daerah.
Rakernas APEKSI XVII yang berlangsung selama sepekan menghadirkan berbagai agenda strategis, mulai dari forum pemerintahan, promosi investasi, penguatan ekonomi kerakyatan, hingga pagelaran seni dan budaya yang melibatkan masyarakat.
M Tauhid Soleman mengatakan, Rakernas APEKSI merupakan forum penting bagi pemerintah kota untuk memperkuat sinergi sekaligus bertukar pengalaman dalam menghadapi tantangan pembangunan perkotaan yang semakin kompleks.
"Rakernas ini menjadi ruang kolaborasi bagi seluruh pemerintah kota untuk saling berbagi pengalaman, memperkuat kerja sama, dan menghadirkan berbagai inovasi dalam pelayanan publik maupun pembangunan daerah," ujar Tauhid.
Ia menilai kolaborasi antarkota menjadi salah satu kunci dalam mempercepat pembangunan yang adaptif, inovatif, inklusif, dan berkelanjutan.
Rangkaian Rakernas diawali pada 28–29 Juni 2026 melalui kegiatan Youth City Changers dan Forum Pangan yang mempertemukan generasi muda, akademisi, serta para pemangku kepentingan untuk membahas berbagai isu pembangunan perkotaan.
Pada 30 Juni, para peserta mengikuti registrasi, forum diskusi, dan gala dinner yang dirangkaikan dengan penutupan Gelar Melayu Serumpun (GEMES).
Selanjutnya, pada 1 Juli 2026, kegiatan diisi dengan Upacara Hari Jadi ke-436 Kota Medan, Ladies Program, Dialog Kota Tangguh, forum-forum tematik, city tour, pembukaan Indonesia City Expo, hingga pembukaan resmi Rakernas APEKSI XVII.
Memasuki 2 Juli, agenda berlanjut dengan senam bersama, penanaman pohon, penandatanganan prasasti, sidang pleno, penutupan Rakernas, serta Karnaval Nusantara yang menjadi salah satu acara puncak.
Indonesia City Expo, pentas seni, dan bazar UMKM turut digelar sepanjang 1–3 Juli 2026 sebagai wadah promosi investasi, produk unggulan, serta potensi daerah dari berbagai kota di Indonesia.
Rakernas APEKSI XVII dihadiri perwakilan dari 96 pemerintah kota yang terdiri atas 88 wali kota, empat wakil wali kota, dua sekretaris daerah, dan satu kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda). Kehadiran para kepala daerah tersebut menegaskan posisi APEKSI sebagai forum strategis dalam memperkuat sinergi antarpemerintah kota.
Selain menghasilkan berbagai rekomendasi kebijakan, penyelenggaraan Rakernas APEKSI XVII juga diproyeksikan memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi Kota Medan. Kehadiran ribuan delegasi selama lima hari diperkirakan mendorong perputaran ekonomi mencapai sekitar Rp17 miliar.
Kontribusi terbesar berasal dari sektor jasa penyelenggaraan kegiatan sebesar 50,22 persen, disusul hotel dan akomodasi 37,13 persen, sektor makanan dan minuman serta UMKM 11,27 persen, dan transportasi 1,37 persen.
Sebanyak 375 pelaku UMKM juga dilibatkan dalam berbagai lokasi kegiatan, yakni 179 UMKM di Galeri MPP, 50 UMKM di Hotel Santika, 65 UMKM di Lapangan Benteng, dan 81 UMKM di Lapangan Merdeka. Produk yang dipamerkan didominasi sektor kuliner, kriya, fesyen, kesehatan, dan kecantikan.
Tauhid berharap semangat kolaborasi yang terbangun dalam Rakernas APEKSI XVII dapat terus diwujudkan melalui program-program nyata di setiap daerah.
"Kolaborasi antarkota harus terus diperkuat agar mampu melahirkan inovasi, meningkatkan daya saing daerah, sekaligus memberikan manfaat yang nyata bagi kesejahteraan masyarakat," pungkasnya. (van)