1. Beranda
  2. Opini

Membangun Pariwisata sebagai Sektor Unggulan

Oleh ,

Oleh: Safruddin Jen
(Rimbawan dan Alumni Universitas Hasanuddin Makassar)

Saat kami tiba, suasana tempat itu cukup ramai, kami disambut dengan ramah. Ada beberapa anak muda yang duduk di gazebo sambil menikmati kopi hitam, mereka menunggu wisatawan yang datang untuk menawarkan fasilitas transportasi ke tempat tujuan wisata.

Sambil menunggu persiapan alat transpotasi yang akan digunakan, kami menikmati kopi hitam di salah satu warung makan yang ada di tempat wisata itu. Warung makan itu, selain menyajikan menu khas lokal juga menjual kerajinan masyarakat lokal.

Baca di: Koran digital Malut Post edisi Kamis, 25 Juni 2026

Tidak jauh dari tempat saya, duduk seorang bapak paruh baya, sambil menikmati kopi hitam, saya bertanya kepada bapak itu, bapak dari mana? Jawabannya, saya dari desa ini dan cari makan di sini pak.

Di sini juga Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) mengelola satu penginapan, kata bapak itu. Saya terdiam sebentar sambil tetap menikmati kopi hitam di depan saya, membayangkan bagaimana pembangunan pariwisata dapat memberikan multiplier effect yang sangat luar biasa, bukan hanya dari aspek ekonomi, tetapi juga dari aspek lingkungan dan sosial budaya.

Pernah Jadi Sektor Unggulan

Sektor pariwisata pernah menjadi sektor unggulan dalam pembangunan nasional. Selain memberikan kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), devisa negara dan penyerapan tenaga kerja yang tinggi, sektor pariwisata dapat menjadi pengungkit sektor lain, seperti transportasi, pertanian dan industri kreatif serta dapat menjadi alat pencitraan dalam bidang budaya dan lingkungan hidup.

Sebelum pandemi COVID, sektor pariwisata memberikan kontribusi dalam penerimaan devisa Indonesia yang sangat besar. Pada tahun 2018, mengalahkan sawit/CPO dalam penerimaan devisa negara, pariwisata menyumbang devisa $17,8 miliar sementara sawit/CPO sebesar 16 miliar.

Sebelumnya, sawit/CPO di atas pariwisata, selain Migas. Sementara kontribusi sektor pariwisata terhadap PDB tahun 2018 sebesar 5%. Kontribusi sektor pariwisata terhadap Pembangunan nasional mulai menurun saat pandemi COVID 2020 – 2022 dan mulai bangkit kembali pada tahun 2023.

Baca Halaman Selanjutnya..

Baca Juga