1. Beranda
  2. Opini

Deforestasi dan Hilangnya Fungsi Ekologi Hutan

Dampak Kerusakan Lingkungan

Oleh ,

Oleh: Sulfan Kiye
(Mahasiswa Program Studi Ilmu Sejarah, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Khairun dan Asal Halmahera Timur)

Kerusakan hutan di Halmahera Timur utamanya melalui deforestasi, telah menyebabkan degradasi fungsi ekologis vital dan memicu serangkaian bencana alam yang merugikan.

Fakta dilapangan menunjukkan bahwa laju deforestasi di Indonesia mencapai 1,8 juta hektar per tahun, yang mengakibatkan hilangnya 21% dari 133 juta hektar luas hutan.

Baca di: Koran digital Malut Post edisi Rabu, 24 Juni 2026

Data historis dari direktorat inventaris dan pemantauan sumberdaya hutan menunjukan fluktuasi laju yang signifikan, dari 3,51 juta hal/hutan pada 2012-2023. Meskipun angka deforestasi menunjukan penurunan, laju ini tetap signifikan.

Kasus nyata dari deforestasi terlihat jelas di pulau Kalimantan, dimana perubahan lahan yang masif telah menyebabkan terganggunya ketahanan pangan masyarakat dan meningkatkan resiko bencana.

Wilayah maba tengah jika ditinjau dari sudut geografisnya maka terdapat banyak aliran sungai yang mengelilingi perkampungan, dan menjadi sumber utama masyarakat setempat untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka.

Dan memiliki tanah yang relatif datar dan tidak bergunung, hal ini harus menjadi pembahasan penting untuk 12 pemerintah desa' dan kecamatan maba tengah agar hal-hal yang tidak diinginkan seperti banjir, dan lain-lain tidak terjadi.

Hal ini perlu kiranya dibicarakan secara mendalam tentang masa depan Maba tengah, harus ada tahap-tahap untuk mencegah tentang bencana alam agar tidak menyebabkan korban dalam segala bencana.

Baca Halaman Selanjutynya..

Baca Juga