Lomba Mancing Tradisional Warnai Festival Buli Asal ke-140
Haltim, malutpost.com -- Lomba mancing tradisional di perairan Teluk Buli, tepatnya di kawasan Muara Sungai Kukuba menjadi bagian dalam Semarak Festival Budaya Buli Asal ke-140.
Lomba tersebut menarik antusias masyarakat sekaligus menjadi simbol kuatnya tradisi maritim yang tetap hidup di tengah masyarakat pesisir.
Juara 1 diraih oleh perempuan atau Ibu bernama Selfidera Bluku. Kemudian juara II, Herlina Wararag dan Juara III Elias Wararag.
Peserta mancing mendapat berbagai jenis ikan konsumsi yang baik. Ini menjadi gambaran bahwa perairan Teluk Buli masih menyimpan potensi sumber daya laut yang melimpah.
Hal itu sekaligus menunjukkan bahwa laut tetap menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat Buli, baik sebagai sumber penghidupan maupun warisan budaya yang terus dijaga dari generasi ke generasi.
Kegiatan ini juga menjadi ruang kebersamaan untuk masyarakat sekaligus sarana edukasi tentang pentingnya menjaga kelestarian ekosistem pesisir dan sumber daya laut.
Melalui kegiatan tersebut, masyarakat juga diajak untuk terus memanfaatkan potensi laut secara bijaksana agar tetap memberikan manfaat bagi generasi mendatang.
Manager External Relations & CSR PT Feni Haltim, Subarwan Sakoy, mengatakan bahwa lomba mancing merupakan bagian dari upaya melestarikan tradisi maritim yang telah lama menjadi identitas masyarakat Buli.
"Lomba memancing ini bukan sekadar perlombaan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menjaga tradisi maritim masyarakat Buli sekaligus mempererat kebersamaan antarwarga. Keterlibatan aktif masyarakat, termasuk kelompok ibu-ibu, menunjukkan bahwa nilai-nilai budaya dan semangat gotong royong masih terpelihara dengan baik," ujar Subarwan, Jumat (19/6/2026).
Ia memberi apresiasi kepada pemerintah desa, tokoh adat, panitia dan seluruh masyarakat yang telah berpartisipasi menyukseskan Festival Budaya Buli Asal ke-140.
Menurutnya, festival ini tidak hanya menjadi momentum untuk mengenang perjalanan sejarah masyarakat Buli, tetapi juga memperkuat identitas budaya lokal serta memperkenalkan berbagai potensi yang dimiliki Teluk Buli kepada khalayak yang lebih luas.
"Festival Budaya Buli Asal bukan hanya menjadi ruang perayaan identitas budaya masyarakat, tetapi juga menjadi wadah untuk memperkuat kebersamaan, melestarikan tradisi, serta memperkenalkan potensi maritim dan wisata bahari yang dimiliki Teluk Buli kepada masyarakat yang lebih luas," pungkasnya. (one)