1. Beranda
  2. Kepulauan Tidore
  3. Maluku Utara

Pengabdian Masyarakat : Optimalkan Kesehatan Melalui Inovasi Filtrasi Sabut Kelapa bagi Pengrajin Sagu

Oleh ,

Tidore, Malutpost.com - Home Industry sagu tradisional merupakan salah satu sumber penghidupan masyarakat di Kelurahan Jaya, Kota Tidore Kepulauan. Di balik manfaat ekonominya, proses pembakaran dalam pengolahan sagu menghasilkan asap dan partikulat halus yang dapat menurunkan kualitas udara di lingkungan kerja.

Partikel halus atau PM2.5 yang terkandung dalam asap pembakaran memiliki ukuran sangat kecil sehingga dapat masuk ke dalam saluran pernapasan hingga mencapai paru-paru. Paparan yang terjadi dalam jangka panjang berpotensi meningkatkan risiko gangguan kesehatan, mulai dari iritasi saluran pernapasan hingga penurunan fungsi paru.

Oleh karena itu, diperlukan upaya sederhana namun efektif untuk mengurangi pencemaran udara di lingkungan kerja pengrajin sagu. Kondisi ini mendorong tim Dosen dari Jurusan Kesehatan Lingkungan Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Ternate untuk melakukan pengabdian masyarakat dengan memperkenalkan teknologi sederhana berupa filtrasi sabut kelapa yang dipadukan dengan scrubber sebagai upaya mengurangi partikulat pencemar udara pada industri sagu tradisional.

Ketua tim pengabdian Kepada Masyarakat, Siti Jubaida, mengatakan bahwa “Kami ingin menghadirkan solusi yang sederhana, murah, dan mudah diterapkan. Sabut kelapa merupakan bahan lokal yang memiliki potensi sebagai media filtrasi. Ketika dipadukan dengan scrubber dan didukung oleh sistem ventilasi seperti exhaust fan, teknologi ini dapat membantu mengurangi partikulat di udara dan menciptakan lingkungan kerja yang lebih sehat,"  jelasnya.

Program pengabdian ini tidak hanya berfokus pada edukasi dan pendampingan, tetapi juga memberikan investasi sarana pendukung kepada mitra. Beberapa fasilitas yang diserahkan meliputi exhaust fan untuk membantu mengalirkan asap keluar dari area kerja dan peralatan pendukung lainnya sesuai kebutuhan pengrajin sagu. Bantuan tersebut diharapkan dapat meningkatkan efektivitas pengendalian pencemaran udara sekaligus menciptakan lingkungan kerja yang lebih sehat dan nyaman.

Setelah pemberian edukasi di hari pertama 9 Juni 2026mengenai dampak pencemaran udara terhadap kesehatan, penggunaan alat secara benar, serta pentingnya menjaga kualitas udara di lingkungan kerja, Dilanjutkan pemasangan alat filtrasi yang telah dirancang oleh tim pengabdian masyarakat pada Rabu, 10 Juni 2026. Alat ini dipasang pada 2 home industry sagu sebagai percontohan dalam penerapan filtrasi udara.

Aini sebagai salah satu pengrajin sagu di Kelurahan Jaya mengatakan bahwa, dengan adanya bantuan alat filtrasi ini ke depan kondisi lingkungan kerja menjadi lebih nyaman dan sehat.

Lebih lanjut, Siti Jubaida juga menegaskan bahwa keberlanjutan program sangat bergantung pada keterlibatan masyarakat dalam mengoperasikan dan memelihara fasilitas yang telah diberikan. "Harapan kami, bantuan peralatan ini tidak hanya digunakan selama program berlangsung, tetapi dapat terus dimanfaatkan dan dikembangkan oleh masyarakat. Dengan demikian, manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang, baik bagi kesehatan pekerja maupun kualitas lingkungan sekitar,"  tambahnya.

Program ini menunjukkan bahwa inovasi sederhana berbasis potensi lokal dapat menjadi solusi nyata bagi permasalahan lingkungan dan kesehatan masyarakat. Melalui penerapan filtrasi sabut kelapa, scrubber, dan sistem ventilasi yang lebih baik, kualitas udara di industri sagu tradisional diharapkan semakin meningkat sehingga kesehatan para pengrajin dapat lebih terlindungi.(red/kun)

Baca Juga