Gelar Aksi di Bandara, HMI Desak Pemkot dan Kapolres Tindak Tegas Mafia BBM di Kota Ternate
Ternate, Malutpost.com – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Ternate mendesak Pemerintah Kota Ternate dan Polres Ternate untuk segera mengambil langkah tegas dalam mengusut dugaan praktik mafia BBM yang diduga menjadi penyebab kelangkaan Pertalite di Kota Ternate. Desakan tersebut disampaikan dalam aksi penyampaian aspirasi yang digelar di Bandara Babullah Kota Ternate, Senin (15/6) sebagai bagian dari perjuangan atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat Maluku Utara.
Ketua Umum HMI Cabang Ternate, Yusril Buang menilai, hilangnya stok Pertalite secara mendadak di sejumlah pengecer dan titik distribusi di Kota Ternate merupakan kondisi yang tidak logis dan patut dicurigai. Menurutnya, hanya berselang kurang lebih 12 jam setelah pemerintah mengumumkan kenaikan harga BBM non-subsidi pada pukul 00.00 WIT, masyarakat dikejutkan dengan langkanya Pertalite di berbagai wilayah Kota Ternate pada pagi harinya. Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan besar di tengah masyarakat mengenai pola distribusi dan pengawasan BBM subsidi.
“Ini tidak masuk akal. Ketika harga BBM non-subsidi mengalami kenaikan, justru dalam waktu yang sangat singkat stok Pertalite tiba-tiba menghilang di lapangan. Masyarakat berhak mengetahui apa yang sebenarnya terjadi. Jangan sampai ada pihak-pihak tertentu yang sengaja memainkan distribusi BBM demi meraup keuntungan dari situasi ini," tegasnya.
HMI menilai kelangkaan Pertalite telah memberikan dampak langsung terhadap kondisi ekonomi masyarakat. Hilangnya akses terhadap BBM subsidi memaksa sebagian besar warga beralih menggunakan Pertamax yang memiliki harga lebih tinggi. Akibatnya, biaya transportasi dan distribusi barang ikut meningkat sehingga berpotensi mendorong kenaikan harga bahan pokok di pasar.
Padahal, secara kebijakan pemerintah, harga BBM subsidi seperti Pertalite dan Solar masih berada pada harga normal dan tidak mengalami kenaikan.
Kondisi tersebut mengindikasikan adanya persoalan serius dalam rantai distribusi BBM di Kota Ternate. Organisasi mahasiswa itu menduga terdapat praktik permainan yang melibatkan oknum tertentu dalam mata rantai distribusi BBM, mulai dari tingkat penyalur hingga pengecer. Karena itu, HMI meminta aparat penegak hukum dan pemerintah daerah untuk melakukan investigasi secara menyeluruh.
"Kami menduga ada pihak-pihak yang bermain mata dalam distribusi BBM. Dugaan adanya mafia BBM tidak boleh dianggap sepele. Pemerintah Kota Ternate dan Polres Ternate harus serius membongkar jaringan yang menyebabkan masyarakat kesulitan mendapatkan BBM subsidi," tandasnya.
Menanggapi tuntutan tersebut, Kapolres Ternate menyampaikan bahwa pihaknya sebelumnya telah membentuk tim khusus untuk melakukan pengawasan dan pemantauan terkait distribusi BBM di Kota Ternate. Ia meminta masyarakat untuk memberikan waktu kepada aparat guna bekerja secara profesional dalam mengumpulkan data dan fakta di lapangan.
"Kami sebelumnya telah membentuk tim khusus Polres untuk melakukan pengawasan terkait persoalan tersebut. Saat ini tim sedang bekerja dan kita menunggu hasilnya dalam beberapa hari ke depan," ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Ternate, Rizal Marsaoly, menyatakan Pemerintah Kota Ternate juga akan membentuk tim tersendiri guna melakukan pengawasan terhadap kondisi pasar dan aktivitas perdagangan. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan harga bahan pokok tetap terkendali dan tidak terjadi praktik-praktik yang merugikan masyarakat.
"Pemkot akan membentuk tim pengawasan sendiri untuk melakukan pemantauan di pasar dan para pedagang guna memastikan harga bahan pokok tetap normal dan tidak memberatkan masyarakat," kata Rizal. (red/kun)