Nasri: Cahaya Al-Qur’an Tak Boleh Padam
Yayasan Nasab, Bantu Pembangunan Masjid/TPQ dan Berangkatkan Umroh
Lantunan ayat suci bersahutan dari sebuah masjid kecil di sudut Perempatan Kalumata. Di tengah ruang yang sempit dan serba terbatas, puluhan santri terus menimba ilmu. Keteguhan mereka mengundang kepedulian Yayasan Nasab untuk ikut menguatkan rumah ibadah yang menjadi tempat tumbuhnya generasi Qurani.
Oleh: Rusdi Abdurrahman
Suara riuh anak-anak memecah suasana selepas salat Magrib di Masjid Arrahman, Kelurahan Kalumata, Kota Ternate. Puluhan santri dan santriwati Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPQ) Arrahman berlarian ke sana kemari. Sebagian sibuk mengambil buku Iqra dan mushaf Al-Qur'an, beberapa lainnya menggeser meja yang tersusun di sudut untuk dijadikan tempat mengaji. Anak-anak yang masih belia tampak asyik saling kejar, sementara para pengasuh berusaha menertibkan mereka dengan penuh kesabaran.
Namun suasana gaduh itu hanya berlangsung beberapa menit. Perlahan, suara tawa dan langkah kaki berganti dengan lantunan ayat-ayat suci Al-Qur'an dan bacaan huruf hijaiyah yang menggema dari setiap sudut ruangan.
Di masjid berukuran sekitar sembilan kali sembilan meter itu, puluhan anak duduk rapat tanpa mengeluh. Ruangan yang sederhana terlihat sesak, tetapi semangat mereka belajar agama tak pernah menyempit. Dari sekitar 120 santri yang terdaftar, setiap malam tak kurang dari 70 hingga 80 anak rutin hadir mengikuti pembelajaran.
Pemandangan itulah yang setiap hari disaksikan para pengurus Masjid Arrahman. Mereka melihat sendiri bagaimana anak-anak harus berbagi ruang untuk belajar, mengaji, sekaligus beribadah. Dari situlah muncul tekad untuk memperluas bangunan masjid.
Dengan kemampuan seadanya, warga bergotong royong membangun tiga shaf tambahan di bagian depan masjid dan menyiapkan lantai dua yang nantinya diperuntukkan bagi jamaah perempuan. Pembangunan yang berlangsung sekitar empat bulan terakhir itu dilakukan secara swadaya oleh masyarakat. Kini prosesnya telah memasuki tahap persiapan pemasangan atap.
Di tengah proses pembangunan tersebut, Wakil Wali Kota Ternate, Nasri Abubakar, Selasa (2/6) berkesempatan mengunjungi TPQ Arrahman. Kedatangannya didampingi Pembina Yayasan Nasab, Jasman Abubakar, serta anggota DPRD Kota Ternate, Junaidi Baharudin.
Malam itu suasana terasa berbeda. Para jamaah, pengurus masjid, hingga para santri menyambut kedatangan tamu yang datang bukan sekadar berkunjung, tetapi membawa kepedulian.
Nasri mengaku terharu melihat langsung kondisi TPQ yang dipenuhi anak-anak. Ia tidak menyangka sebuah masjid yang masih sederhana mampu menjadi tempat belajar bagi begitu banyak santri.
Di hadapan jamaah dan para santri, ia menyampaikan apresiasi kepada para pengurus masjid dan pengajar TPQ yang selama ini ikut membantu mencerdaskan generasi muda melalui pendidikan Al-Qur'an. Menurutnya, apa yang dilakukan para pengajar adalah bentuk pengabdian yang nilainya jauh lebih besar daripada yang terlihat.
Pada kesempatan itu, Nasri menjelaskan bahwa kehadirannya bukan mewakili Pemerintah Kota Ternate, melainkan melalui Yayasan Nasab. Yayasan yang namanya diambil dari akronim Nasri Abubakar tersebut dibentuk sebagai wadah gerakan kemanusiaan, pendidikan, dan keagamaan.
Melalui yayasan itu, berbagai kegiatan sosial telah dilakukan, mulai dari membantu pembangunan masjid, mendukung pendidikan anak-anak kurang mampu, menyalurkan hewan kurban, hingga memberangkatkan tokoh agama dan tokoh masyarakat untuk menunaikan ibadah umrah serta membangun rumah keluarga tidak mampu.
Yang menarik, seluruh bantuan yang disalurkan berasal dari gaji dan tunjangan jabatan yang diterimanya sebagai Wakil Wali Kota Ternate.
"Sepanjang saya menjabat, sesuai komitmen yang saya pegang sejak awal, hak-hak yang saya terima dari jabatan ini tidak saya gunakan untuk kepentingan pribadi maupun keluarga. Saya ingin mengembalikannya kepada masyarakat," ujarnya.
Bagi Nasri, apa yang dilakukannya bukan soal politik ataupun pencitraan. Ia mengaku hanya ingin mengisi sisa perjalanan hidupnya dengan hal-hal yang bermanfaat bagi sesama.
"Saya ingin hidup yang saya jalani ini memiliki arti bagi orang lain. Termasuk membantu pengembangan masjid yang menjadi tempat ibadah sekaligus tempat anak-anak belajar Al-Qur'an," tuturnya.
Malam itu, di hadapan jamaah dan para santri, Nasri menyerahkan bantuan sebesar Rp50 juta untuk membantu penyelesaian pembangunan atap masjid. Bantuan tersebut diterima langsung oleh Imam Masjid Arrahman.
"Semoga bantuan ini bisa membantu mempercepat penyelesaian atap masjid sehingga kegiatan ibadah dan belajar mengaji dapat berlangsung lebih nyaman," katanya.
Doa pun dipanjatkan. Suasana yang sejak awal terasa hangat berubah menjadi haru.
Namun kejutan malam itu belum berakhir. Nasri kemudian menawarkan satu kuota umrah melalui program Nasab Baitullah kepada pengurus masjid dan pengelola TPQ. Tanpa banyak perdebatan, jamaah yang hadir langsung menunjuk Imam Masjid Arrahman sebagai sosok yang layak diberangkatkan.
Mendengar usulan tersebut, sang imam tampak terkejut sekaligus terharu. Dengan suara pelan ia menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan.
"Terima kasih atas niat baik dan keikhlasannya. Insya Allah saya akan berdiskusi terlebih dahulu dengan keluarga sebelum memberikan kepastian. Sebab perjalanan ibadah ini tentu membutuhkan kesiapan," ujarnya.
Di Masjid Arrahman malam itu, bantuan yang diberikan mungkin hanya berupa angka. Tetapi bagi para santri yang setiap hari berdesakan menimba ilmu Al-Qur'an, bantuan tersebut adalah harapan.
Harapan agar mereka memiliki ruang belajar yang lebih layak. Harapan agar lantunan ayat-ayat suci yang setiap malam menggema dari sudut Kalumata itu terus hidup dan tak pernah padam oleh keterbatasan. (udy)