Catatan
Rencana PHK, Tambang dan Kegagalan Membangun Masa Depan Daerah?
Oleh: Asmar Hi. Daud
(Akademisi/Pemerhati Lingkungan)
Rencana penghentian sementara operasi tambang Weda Bay Nickel dan ancaman PHK ribuan pekerja di Halmahera Tengah sebetulnya bukan hanya persoalan industri. Rencana tersebut adalah peringatan keras bagi pemerintah daerah di kawasan lingkar tambang Maluku Utara.
Terutama Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah, Halmahera Timur, dan Halmahera Selatan yang selama bertahun-tahun menikmati euforia pertumbuhan ekonomi tambang tanpa benar-benar membangun fondasi keberlanjutan masyarakatnya.
Baca di: Koran digital Malut Post edisi Senin, 25 Mei 2026
Hari ini kita mulai melihat kenyataan yang selama ini coba ditutupi oleh angka-angka pertumbuhan ekonomi. Ketika produksi tambang menurun akibat pemangkasan RKAB nasional, ribuan pekerja langsung terancam kehilangan pekerjaan.
Ekonomi lokal mulai goyah. Rantai pasok industri terganggu. Kecemasan sosial meningkat. Dan tiba-tiba semua orang berbicara tentang “krisis”. Padahal sesungguhnya krisis itu sudah lama tumbuh di bawah permukaan.
Selama ini pemerintah daerah terlalu sibuk merayakan investasi, hilirisasi, dan pertumbuhan PDRB, tetapi gagal membangun ketahanan ekonomi masyarakat lokal.
Daerah-daerah kaya nikel di Maluku Utara berkembang dengan logika ekstraktif dengan menggali sebanyak mungkin, mengirim sebanyak mungkin, lalu berharap pertumbuhan ekonomi otomatis menetes ke rakyat.
Namun kenyataannya tidak sesederhana itu. Apa arti pertumbuhan ekonomi tinggi jika nelayan kehilangan ruang tangkap akibat sedimentasi dan lalu lintas tongkang?
Baca Halaman Selanjutnya..