1. Beranda
  2. Opini

Refleksi Kota Maba yang Nyaris Sunyi

“Kota Imajener”

Oleh ,

Oleh: Rusmin Hasan
(Aktivis Orda ICMI Haltim)

Maba, 31 Mei 2003 Kab. Halmahera Timur Provinsi Maluku Utara, ditetapkan sebagai daerah otonom, kini usianya ditahun 2026 genap usianya sudah 23 Tahun.

Jika diumpamakan sebagai "Manusia", maka usianya sudah cukup dewasa, kekuatan pada tubuhnya mulai berkembang, dan tumbuh menjadi manusia yang kuat. Usia yang produktif untuk ukuran manusia.

Baca di: Koran digital Malut Post edisi Jumat, 15 Mei 2026

Jika itu, disematkan pada Kabupaten Halmahera Timur. Kita semua pasti berharap, semakin bertumbuhnya maka, semakin dewasa pola berfikirnya dan capaian keberhasilannya dalam mendistribusikan keadilan dan kesejahteraan bagi masyarakat, dan juga dari penataan memahami ruang, manusia dan masa depan Kota.

Kenapa penting, Kita harus melihat kota maba sebagai pusat pemerintahan? Karena Kota maba sebagai cermin bagi masa depan Kabupaten Halmahera Timur.

Dari sisi infrastruktur dasar, pusat pemerintahan Kab. Halmahera Timur terbilang cukup berkembang secara fisik. Namun, secara penataan ruang kota masih jauh dari harapan sebagai kota masa depan, atau sering juga disebut sebagai "smart city kota maba" (Kota pintar).

Kota maba Kab. Halmahera Timur, bagi saya tak ubahnya sebagai "Kota Imajener", kota yang mencirikan kota ngaris sunyi, yang ada hanya sekedar struktur fisiknya, akan tetap penataan struktur sosial, ruang dan manusianya ngaris tidak ada.

Baca Halaman Selanjutnya..

Baca Juga