1. Beranda
  2. Maluku Utara

Wagub Sarbin Sehe Hadiri Panen Perdana Udang Vaname di Desa Tuada Halmahera Barat, Hasilnya 1,5 Ton

Oleh ,

Halbar, malutpost.com -- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku Utara (Malut) terus mengembangkan budidaya udang vaname sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), sekaligus mendorong kesejahteraan masyarakat pesisir.

Komitmen tersebut ditandai dengan panen perdana udang vaname yang digelar Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Maluku Utara bekerja sama dengan BUMDes Jiko Banau di Desa Tuada, Kabupaten Halmahera Barat, Jumat (15/5/2026).

Panen perdana menggunakan sistem semi intensif itu berhasil menghasilkan sekitar 1,5 ton udang vaname berkualitas. Hasil panen tersebut rencananya akan dipasarkan dengan harga Rp100 ribu per kilogram.

Wakil Gubernur Maluku Utara, Sarbin Sehe mengatakan, pengembangan budidaya udang vaname tidak hanya difokuskan untuk meningkatkan pemasukan daerah, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat agar mampu membangun usaha berkelanjutan.

"Sektor budidaya perikanan khususnya udang vaname memiliki peluang ekonomi yang cukup besar apabila dikelola secara konsisten dan berkesinambungan," kata Sarbin.

Menurutnya, potensi sumber daya laut Maluku Utara yang melimpah harus didukung dengan pengelolaan yang baik, termasuk kesiapan target pasar. Dengan begitu, hasil sumber daya kelautan asal Maluku Utara dapat memiliki nilai jual yang kompetitif.

Senada dengan itu, Wakil Bupati Halmahera Barat, Djufri Muhammad menyebut budidaya udang vaname menjadi salah satu langkah strategis dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa, khususnya di Desa Tuada.

"Desa Tuada sudah sejak lama menjadi desa nelayan, hal ini sejalan dengan program pemerintah pusat yakni Desa Nelayan Merah Putih," ujarnya.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Maluku Utara, Fauzi Momole menjelaskan, budidaya semi intensif merupakan sistem pembesaran udang yang mengombinasikan penggunaan pakan buatan dengan produktivitas alami seperti fitoplankton serta didukung aerasi mekanik menggunakan kincir atau circulator.

Menurut Fauzi, sistem semi intensif di Indonesia menggunakan padat tebar sedang, kedalaman tambak sekitar 80 hingga 100 sentimeter, serta dukungan aerasi sehingga cocok diterapkan bagi petambak yang ingin meningkatkan produktivitas tanpa kompleksitas penuh sistem intensif.

"Cocok untuk petambak yang ingin produktivitas lebih tinggi daripada ekstensif tanpa kompleksitas penuh intensif," jelasnya.

Wagub Sarbin berpesan agar penguatan ekonomi nelayan dilakukan secara terintegrasi, sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto dalam membangun Kampung Nelayan sebagai pusat produksi, pengolahan, dan pemasaran hasil perikanan rakyat.

Melalui panen perdana ini, Pemprov Maluku Utara menegaskan komitmennya memperkuat pembangunan ekonomi berbasis kelautan melalui konsep ekonomi biru yang mengedepankan pemberdayaan masyarakat dan kearifan lokal.

Keberhasilan panen perdana udang vaname tersebut diharapkan menjadi contoh bagi desa-desa lain di Maluku Utara dalam memanfaatkan potensi lokal melalui program ketahanan pangan desa yang produktif dan berkelanjutan. (nar)

Baca Juga