Polda Malut Identifikasi Jenazah Korban Erupsi Gunung Dukono
Halut, malutpost.com -- Wakapolda Maluku Utara, Brigjen Pol. Stephen M. Napiun, menyampaikan proses identifikasi pendaki korban erupsi Gunung Dukono, Kabupaten Halmahera Utara, dilakukan secara hati-hati melalui metode forensik oleh tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Malut.
Tiga korban tersebut adalah Heng Wen Qiang Timothy (30 tahun), Shahin Muhrez Bin Abdul Hamid (27 tahun) sebagai Warga Negara Asing asal Singapura dan Enjel berkewarganegaraan Indonesia.
Stephen menjelaskan, dari total 20 orang pendaki yang berada di lokasi saat erupsi, 17 diantaranya berhasil dievakuasi dengan selamat, sementara tiga lainnya ditemukan meninggal dunia (MD).
Menurut dia, kondisi korban yang ditemukan dalam keadaan tidak utuh membuat proses identifikasi membutuhkan pemeriksaan ilmiah secara menyeluruh, termasuk pencocokan DNA, struktur rahang dan data antemortem dari keluarga.
"Tim DVI masih melakukan rekonstruksi terhadap bagian tubuh korban yang ditemukan di lokasi. Bagian rahang menjadi petunjuk penting, namun identitas resmi tetap menunggu hasil pemeriksaan DNA," ungkapnya, Selasa (12/5/2026).
Stephen menyatakan, hasil pemeriksaan awal sementara mengarah pada dua nama, yakni Heng Wen Qiang Timothy dan Shahin Mubrez.
"Namun, kepolisian menekankan penetapan identitas final baru akan diumumkan setelah seluruh proses verifikasi medis dan forensik selesai dilakukan," jelasnya.
Jenderal satu bintang ini menyampaikan, Polda juga terus berkoordinasi dengan Pemerintah Singapura dan pihak keluarga korban terkait penanganan lebih lanjut, termasuk proses penyerahan jenazah.
"Kami memastikan seluruh prosedur dilakukan sesuai standar profesional dan kemanusiaan," katanya.
Selain fokus pada identifikasi korban, aparat juga memberi perhatian terhadap kondisi psikologis para saksi selamat. Salah satu saksi dilaporkan trauma berat setelah menyaksikan langsung peristiwa tersebut.
Stephen juga mengimbau masyarakat agar tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi terkait insiden tersebut.
"Kami meminta kepada publik memberi ruang bagi tim DVI dan aparat terkait agar dapat bekerja secara profesional hingga seluruh proses identifikasi selesai. Atas nama Polda Maluku Utara, kami menyampaikan duka cita mendalam kepada seluruh keluarga korban. Kami berharap keluarga diberi ketabahan menghadapi musibah ini," pungkasnya. (one)