1. Beranda
  2. Maluku Utara

Demo Kelangkaan BBM Solar, Sopir Truk Desak Kadisperindag Malut Dicopot 

Oleh ,

Sofifi, malutpost.com -- Wakil Gubernur Maluku Utara (Malut), Sarbin Sehe diminta segera evaluasi Plt Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Maluku Utara, Ronny Saleh, menyusul kelangkaan dan kenaikan harga BBM jenis solar di sejumlah wilayah Malut.

Desakan itu disampaikan massa aksi dari sopir truk saat melakukan unjuk rasa di Sofifi, Senin (11/5/2026). Massa bertemu langsung dengan DPRD dan Wagub Sarbin.

Pantauan di lokasi, salah satu orator aksi, Melfin, secara tegas meminta Wagub Malut segera mencopot Kadisperindag karena dinilai tidak maksimal dalam pengawasan distribusi BBM bersubsidi.

"Kadisperindag mana, Kadisperindag? Pak Wagub pecat dia," tegas Melfin di hadapan Wagub Sarbin dan sejumlah anggota DPRD.

Saat namanya disebut, Ronny Saleh yang berada di belakang Wakil Ketua DPRD Malut, Kuntu Daud dan beberapa anggota DPRD, terlihat mengacungkan tangan.

Massa aksi menilai Disperindag tidak optimal dalam mengawasi stok dan distribusi solar di agen penyalur sehingga memicu kelangkaan di lapangan. Mereka juga menyoroti tidak tersedianya BBM campuran B35 dan B40 di tengah kenaikan harga kebutuhan pokok.

"Maksudnya begini, harga ini naik semua. Kenapa kenaikan harga BBM ini kita tidak dapat B35 dan B40? Gubernur dan Wagub sudah kerja maksimal, anak buah juga harus maksimal," ujar Melfin.

Dalam tuntutannya, massa aksi meminta Pemerintah Provinsi Maluku Utara dan DPRD, khususnya Komisi II yang membidangi ESDM, segera berkoordinasi dengan MOR VIII Pertamina di Makassar terkait distribusi BBM untuk wilayah Sulawesi, Maluku, Maluku Utara, dan Papua.

"Kami butuh kepastian, Pak Wagub," kata Lutfi orator lain.

Menanggapi tuntutan tersebut, Wakil Gubernur Maluku Utara, Sarbin Sehe, memastikan pemerintah daerah akan segera menindaklanjuti persoalan kelangkaan solar yang dikeluhkan masyarakat.

Ia juga menyoroti penyampaian massa aksi yang menduga adanya oknum yang melakukan penimbunan BBM sehingga memicu kelangkaan di lapangan.

"Terjadi kelangkaan dan kenaikan harga, saya berharap tuntutan disampaikan secara tertulis. Kalau bisa kita pidanakan oknum-oknum itu," tegas Sarbin.

Sarbin mengaku telah berkomunikasi dengan pihak Pertamina dan mendapat informasi bahwa stok serta harga solar dalam kondisi aman.

Sekedar diketahui saat ini pemprov, DPRD dan para sopir akan melakukan pertemuan bersama dengan pihak Pertamina di kantor gubernur. (nar)

Baca Juga