Pendidikan Gratis dan Problem Pendidikan
Suara Guru Honorer dari Timur Indonesia
Oleh: Fardal Rasudin, S.Pd
(Guru Honerer SMA N 6 HAL-TIM, Ketua Bidang Keagamaan PKC PMII Maluku Utara)
Dalam sektor pendidikan cita-cita besar kita adalah bagaimana mewujudkan pendidikan gratis untuk seluruh masyarakat, toh masalah yang paling dasar di Bangsa ini adalah masalah pendidikan.
Orang mau hidup sejahtera harus didukung dengan kapasitas pengetahuan atau pengalaman yang mumpuni, orang mau bebas dari kimiskinan, hidup yang berintegritas dan bermartabat juga harus didukung dengan pola pikir, kapasitas pengetahuan, pengalaman dan kesadaran.
Baca di: Koran digital Malut Post edisi Selasa, 5 Mei 2026
Sementara kriteria-kriteria itu hanya bisa diwujudkan melalui pendidikan sebagai jembatan pencerahan. Kalu akses pendidikan kita mahal, masyarakat miskin tak mampu menjangkau, akibatnya fatal, bikin orang miskin tidak terbuka pengetahuannya dan karena itu memperpanjang warisan kemiskinan (kemiskinan struktural).
Bahkan efeknya bisa menjalar keberbagai lini kehidupan, orang bisa beralih ke profesi yang menyimpang seperti jadi tukang maling, PSK, penipuan, dan jenis penyimpangan lainnya yang motifnya adalah kebutuhan ekonomi yang mendesak serta kesadaran yang lemah. Itu semua terjadi karena berakar dari permasalahan pendidikan.
Selama orang masih hidup dalam kebodohan akut, ketidaktahuan dan tidak mendapat akses pendidikan yang layak selama itu pula orang itu berada dalam dunia problematika yang sangat rumit dan kompleks yang membuat dunia semakin rumit dan kompleks pula.
Jadi tidak salah tuntutan kebutuhan dasar kita adalah pendidikan Gratis untuk semua generasi Bangsa kita. Dan itu adalah amanat konstitusi yang harus kita wujudkan secara bersama, bahwa generasi bangsa kita harus "Cerdas" dan mendapat akses pendidikan yang layak sebagaimana tertuang dalam alinea ke empat UUD 1945 dan Pasal 31 Ayat 1 dan 2 UUD 1945.
Baca Halaman Selanjutnya..