1. Beranda
  2. Maluku Utara

Bangun Rumah Baca, Harita Nickel Tumbuhkan Minat Baca Anak di Daerah 3T

Oleh ,

Provinsi Maluku Utara terus mencatatkan kemajuan signifikan dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia, terutama dalam pemberantasan buta aksara.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), angka buta aksara penduduk usia 10 tahun ke atas di wilayah ini berhasil ditekan hingga ke angka 1,05 persen, sebuah capaian yang lebih baik dibandingkan tahun 2024 yang berada di angka 1,12 persen.

Meski kegemaran membaca masyarakat Maluku Utara tergolong baik dan berada di atas rata-rata nasional, tantangan besar masih membayangi sektor literasi.

Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) di Maluku Utara tercatat masih berada di bawah rata-rata nasional. Hal ini mengindikasikan adanya kendala dalam penyediaan akses perpustakaan dan sarana belajar seumur hidup.

Letak geografis Maluku Utara yang merupakan wilayah kepulauan serta tantangan infrastruktur di daerah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T) menjadi faktor utama sulitnya anak-anak mendapatkan akses bacaan yang berkualitas.

Kondisi itu menuntut adanya kolaborasi multipihak, termasuk kontribusi nyata dari sektor swasta.

Sebagai perusahaan pertambangan dan pengolahan nikel yang beroperasi di Pulau Obi, Halmahera Selatan, Harita Nickel, berperan aktif melalui Program Pemberdayaan Masyarakat (PPM) di bidang pendidikan.

Hal tersebut diwujdkan dalam bentuk tanggung jawab sosial, perusahaan mendirikan serangkaian rumah belajar informal untuk menciptakan ruang belajar yang aman dan nyaman bagi anak-anak serta pelajar di sekitar wilayah operasional.

Hingga saat ini, telah berdiri tiga unit sarana pendidikan, yaitu Rumah Belajar Simore di Desa Gambaru, Rumah Belajar Ocimaleo di Desa Ocimaleo, dan yang terbaru adalah Rumah Belajar Nyinga Moi di Desa Fluk yang diresmikan pada 2 Mei lalu.

Kehadiran fasilitas ini bertujuan untuk memperkuat kemampuan literasi dan numerasi dasar anak-anak di luar jam sekolah formal.

Latif Supriadi, Executive Vice President External Relations Harita Nickel, mengungkapkan bahwa inisiatif tersebut merupakan perwujudan pilar pendidikan dalam PPM.

"Kami berharap Rumah Belajar ini dapat menjadi ruang yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi anak-anak untuk belajar sekaligus bermain, serta menjadi sarana membentuk karakter dan membimbing mereka agar bijak memanfaatkan teknologi," ujarnya.

Baca halaman selanjutnya...

Baca Juga