1. Beranda
  2. Ternate

Mahasiswa Turun ke Jalan di May Day, Desak Pemenuhan Hak Buruh

Oleh ,

Ternate, malutpost.com – Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Front Perjuangan untuk Demokrasi (FPUD) menggelar aksi dalam rangka peringatan Hari Buruh Internasional, Jumat (1/5/2026).

Aksi ini menjadi bentuk protes terhadap berbagai persoalan ketenagakerjaan, baik di tingkat nasional maupun di Maluku Utara.

Aksi demonstrasi dipusatkan di dua lokasi, yakni kediaman Gubernur Maluku Utara dan Kantor Wali Kota Ternate. Massa mulai berkumpul di pelataran kediaman gubernur sekitar pukul 14.00 WIT, kemudian melanjutkan aksi ke Kantor Wali Kota Ternate pada pukul 16.00 WIT.

Dalam aksi tersebut, mahasiswa membawa sedikitnya 14 tuntutan. Di antaranya mendesak penghentian kriminalisasi terhadap buruh, menuntut penerapan upah layak secara nasional, serta mengangkat sejumlah isu lokal terkait hak asasi manusia (HAM) dan eksploitasi ruang hidup, khususnya di wilayah Halmahera.

Koordinator aksi FPUD, Yasin Ashari, menegaskan bahwa peringatan May Day tidak sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum untuk menyuarakan ketidakadilan yang masih dialami buruh.

“Ini bukan sekadar peringatan, tetapi bentuk perlawanan terhadap kondisi buruh yang hingga kini belum mendapatkan hak secara layak, terutama terkait upah,” ujarnya.

Yasin menilai, berbagai kebijakan ketenagakerjaan masih cenderung tidak berpihak pada buruh. Ia menyoroti jam kerja yang panjang, minimnya perlindungan terhadap kecelakaan kerja, serta rendahnya jaminan kesejahteraan.

“Buruh bekerja dalam waktu panjang, tetapi perlindungan dan kesejahteraan yang diterima belum sebanding dengan kontribusi mereka. Ini menunjukkan negara belum hadir secara nyata,” tegasnya.

Selain itu, massa aksi juga mendesak agar praktik kriminalisasi terhadap gerakan buruh segera dihentikan. Mereka turut membawa isu-isu lokal sebagai bagian dari tuntutan, termasuk persoalan HAM dan dampak eksploitasi sumber daya alam di Maluku Utara.

“May Day adalah momentum untuk menuntut penyelesaian berbagai persoalan buruh, sekaligus masalah sosial lainnya di daerah,” pungkasnya. (mg-01/udy)

Baca Juga