1. Beranda
  2. Ekonomi

Karantina Malut Pastikan 1.300 Ton Inti Sawit Aman

Oleh ,

Ternate, malutpost.com — Karantina Maluku Utara (Malut) memastikan lalu lintas komoditas inti kelapa sawit berjalan aman dan bebas dari Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK).

Kepastian ini diberikan setelah petugas melakukan serangkaian pemeriksaan ketat terhadap komoditas yang akan dikirim ke Bitung Sulawesi Utara.

Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari pengecekan fisik hingga verifikasi dokumen pendukung sebelum komoditas dilalulintaskan.

Langkah ini menjadi bagian penting dalam menjaga keamanan hayati sekaligus menjamin kelancaran distribusi hasil perkebunan dari daerah.

Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 1.301.490 kilogram atau lebih dari 1.300 ton inti kelapa sawit menjalani tindakan karantina tumbuhan. Tak hanya pemeriksaan awal, petugas juga melakukan pengawasan langsung saat proses pemuatan ke kapal guna memastikan komoditas tetap dalam kondisi aman hingga diberangkatkan.

Ketua Tim Kerja Karantina Tumbuhan Artini, menegaskan bahwa setiap tahapan dilakukan secara cermat untuk mencegah penyebaran hama dan penyakit tumbuhan ke wilayah lain.

“Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan tidak adanya organisme penyakit pada komoditas tersebut. Setelah semua dinyatakan aman dan tidak ditemukan gejala, maka akan diterbitkan Sertifikat Kesehatan Tumbuhan Antar Area (KT-12),” jelasnya.

Inti kelapa sawit merupakan bagian biji dari buah kelapa sawit yang memiliki kandungan minyak tinggi atau palm kernel oil. Komoditas ini memiliki nilai ekonomi yang besar karena digunakan sebagai bahan baku berbagai industri, mulai dari pangan, kosmetik, hingga oleokimia.

Dengan tingginya permintaan industri, distribusi inti kelapa sawit ke berbagai daerah terus meningkat. Karena itu, peran karantina menjadi krusial untuk memastikan setiap komoditas yang dilalulintaskan tetap aman, sehat, dan memenuhi standar yang ditetapkan. (wm-01/onk)