UMKM Malut Didominasi Ternate dan Halmahera Selatan, BI Dorong Pemerataan
Sofifi, malutpost.com -- Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku Utara, Handi Susila, mengungkapkan bahwa sebaran Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) masih di dominasi dari Ternate dan Kabupaten Halmahera Selatan.
"Makanya kita ingin menyebarluaskan ini untuk para pelaku usaha seluruhnya. Kami pun sudah melakukan pemetaan potensi dalam dua bulan terakhir di 10 kabupaten/kota," kata Handi, di Kantor Perwakilan Bank Indonesia, Kamis (23/4/2026).
Ia menegaskan, sektor UMKM memiliki peran krusial dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah. Hingga saat ini, tercatat sebanyak 194.996 unit UMKM beroperasi di Maluku Utara dengan kemampuan menyerap 584.988 tenaga kerja.
Berdasarkan data BI, struktur UMKM di Maluku Utara masih didominasi usaha mikro yang mencapai 95 persen. Sementara itu, usaha kecil menyumbang 4 persen dan usaha menengah sekitar 1 persen.
Berdasarkan data dari BI bahwa sisi persebaran, Ternate menjadi daerah dengan jumlah UMKM terbanyak, yakni 69.742 unit. Disusul Kabupaten Halmahera Selatan sebanyak 48.279 unit, dan Kabupaten Halmahera Barat dengan 20.465 unit. Sementara itu, jumlah terendah tercatat di Kabupaten Pulau Taliabu sebanyak 3.085 unit.
Meski berperan strategis, BI mencatat adanya tantangan dalam pertumbuhan kredit UMKM. Hingga Maret 2026, kredit perbankan di Maluku Utara tumbuh 2,62 persen secara tahunan (year-on-year), namun kredit UMKM justru mengalami kontraksi sebesar 0,33 persen (yoy).
"Kontraksi ini mencerminkan masih perlunya upaya untuk mendorong akses kredit kepada UMKM Malut di tengah tren penurunan suku bunga kredit perbankan," ujar Handi.
Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan perlunya langkah lebih lanjut untuk memperluas akses pembiayaan, sekaligus memperkuat daya saing UMKM.
Selain pembiayaan, BI juga menyoroti sejumlah isu strategis lain, seperti integrasi data UMKM yang masih tersebar di 27 kementerian/lembaga, rendahnya partisipasi dalam kemitraan usaha, serta keterbatasan akses pasar, baik domestik maupun global.
Untuk menjawab tantangan itu, BI telah menyiapkan kerangka pengembangan UMKM berbasis tiga pilar utama, yakni korporatisasi, peningkatan kapasitas, dan perluasan akses pembiayaan guna mendorong pertumbuhan UMKM yang lebih merata di seluruh wilayah Maluku Utara. (nar)