1. Beranda
  2. Maluku Utara
  3. Ternate

Pemda Rakor Penanganan Pascagempa di Batang Dua, Ternate

Oleh ,

Ternate, malutpost.com -- Pemerintah daerah melakukan rapat koordinasi (rakor) tindak lanjut penanganan pascagempa di Kecamatan Batang Dua, Kota Ternate.

Rakor berlangsung di Ruang Rapat Ex-Crisant, Ternate, Senin (13/4/2026) dengan tujuan menyinkronkan strategi mitigasi berbasis data ilmiah terkini dari BMKG.

Wakil Gubernur (Wagub) Maluku Utara, Sarbin Sehe memimpin rakor tersebut, dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kota Ternate, Rizal Marsaoly, Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Baabullah, Kepala Dinas Sosial Maluku Utara, Kepala Dinas Kominfo Maluku Utara, Kepala Stasiun Geofisika Ternate dan sejumlah instansi teknis terkait.

Wagub mengatakan bahwa rapat koordinasi tersebut merupakan tindak lanjut langsung dari arahan Gubernur Maluku Utara usai kunjungan lapangan sebelumnya.

Ia menegaskan, pemerintah hadir untuk menjawab keresahan warga, terutama terkait durasi gempa susulan dan rencana relokasi bagi masyarakat terdampak.

"Berdasarkan koordinasi dengan BMKG, gempa susulan diprediksi masih akan terjadi hingga pertengahan April atau sekitar dua hingga tiga minggu sejak gempa utama pada 2 April lalu. Namun, intensitasnya terus menurun," kata Sarbin.

Ia menambahkan, Pemprov bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Ternate akan menerima laporan resmi dari BMKG sebagai dasar pengambilan kebijakan lanjutan.

Selain itu, pemerintah juga mulai mewacanakan standarisasi pembangunan rumah di Batang Dua, yang mewajibkan adanya ruang terbuka atau jarak antarbangunan guna mengurangi risiko saat gempa terjadi.

Di sektor logistik, Sarbin memastikan ketersediaan bantuan dalam kondisi aman dan terkendali.

"Sekitar 4 ton logistik telah didistribusikan ke Batang Dua untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak," ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Stasiun Geofisika Kelas III Ternate, Gede Ericsana Yasa, menjelaskan bahwa gempa dengan magnitudo 5 yang terjadi tidak berpotensi tsunami. Ia mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak perlu mengungsi ke wilayah pegunungan yang jauh.

"Gempa susulan cenderung melemah dan tidak akan sebesar gempa awal. Masyarakat cukup berada di pos-pos pengungsian yang telah disiapkan pemerintah, karena status ancaman tsunami sudah berakhir," jelas Gede.

Pemprov Maluku Utara menegaskan komitmennya untuk terus memantau perkembangan situasi serta memastikan keamanan dan kenyamanan warga di Kecamatan Batang Dua melalui langkah mitigasi yang terukur dan informatif.

Rapat koordinasi ini dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kota Ternate, Rizal Marsaoly, Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Baabullah, Kepala Dinas Sosial Maluku Utara, Kepala Dinas Kominfo Maluku Utara, Kepala Stasiun Geofisika Ternate, serta sejumlah instansi teknis terkait. (nar)

Baca Juga