Gubernur Sherly Pastikan Komitmen dan Kompetensi Calon Kepala Sekolah
Sofifi, malutpost.com -- Pelantikan kepala sekolah (kepsek) jenjang SMA, SMK, dan SLB di Provinsi Maluku Utara hingga kini belum memiliki jadwal pasti.
Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Maluku Utara, Zulkifli Bian, mengatakan bahwa seluruh usulan calon kepala sekolah telah memenuhi persyaratan administrasi.
"Usulan kepala sekolah itu dokumennya sudah lengkap sudah siap dipromosikan menjadi kepala sekolah," kata Zulkifli, Kamis (9/4/2026).
Ia menegaskan, Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda juga ingin memastikan komitmen dan kompetensi para calon kepala sekolah sebelum mereka resmi dilantik.
Menurutnya, jabatan kepala sekolah memiliki tanggung jawab besar, terutama dalam mengelola berbagai sumber pendanaan pendidikan seperti dana refit, Bantuan Operasional Sekolah (BOS P), dan BOSDA. Karena itu, wawancara dilakukan mamastikan komitmen dan kopentesinya secara ketat.
"Ibu gubernur mau memastikan komitmen dan kompetensi mereka, sejalan dengan visi dan misi beliau di sektor pendidikan," ujarnya.
Zulkifli menjelaskan, Gubernur Sherly Tjoanda turun langsung melakukan wawancara terhadap calon kepala sekolah sebagai bagian dari proses penilaian.
Sejauh ini, wawancara telah dilakukan di empat kabupaten/kota, yakni Kota Ternate, Kota Tidore Kepulauan, Kabupaten Halmahera Barat, dan Kabupaten Halmahera Utara.
"Hasil wawancara itu nanti akan menjadi dasar sebelum dilakukan pelantikan," jelasnya.
Namun demikian, proses tersebut belum sepenuhnya rampung. Masih ada enam kabupaten/kota yang calon kepala sekolahnya belum mengikuti wawancara.
"Rencananya wawancara akan dilanjutkan di enam kabupaten/kota tersebut. Kita rampungkan semuanya dulu, baru setelah itu pelantikan," tambah Zulkifli.
Ia juga mengungkapkan bahwa kondisi daerah yang tengah menghadapi bencana dan konflik sosial turut mempengaruhi jadwal pelantikan dan pelatihan kepala sekolah.
"Karena saat ini ada bencana dan konflik sosial, jadi kita masih menunggu waktu yang tepat," ujarnya.
Zulkifli menegaskan, hingga kini belum ada kepastian terkait jadwal pelantikan kepala sekolah.
"Belum tahu kapan pelantikan, karena baru empat kabupaten/kota yang selesai diwawancarai," pungkasnya. (nar)