Skema Kolaboratif, Pemprov dan Pemda Halteng Bakal Bangun Rumah Warga Sibenpopo
Sofifi, malutpost.com -- Pasca konflik, kondisi Desa Banemo dan Sibenpopo di Kecamatan Patani Barat, Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng) mulai kondusif. Meski begitu, aparat TNI-Polri masih bersiaga di lokasi.
Langkah yang diambil aparat ini untuk memastikan keamanan masyarakat.
“Secara umum kondisi sudah normal. Saya bersama Pak Wakapolda, Pak Bupati dan Wakil Bupati Halteng sudah turun ke lapangan bertemu langsung masyarakat. Saat ini kondisi terakhirnya sudah membaik,” kata Wakil Gubernur Maluku Utara (Malut) Sarbin Sehe, Minggu (5/4/2026).
Menurutnya, wilayah Desa Sibenpopo dan sekitarnya kini dijaga ketat aparat gabungan TNI dan Polri guna memastikan situasi tetap aman. Dalam kunjungan tersebut, pemerintah juga telah bertemu perwakilan masing-masing desa. Tokoh masyarakat dari Banemo dan Sibenpopo sama-sama menyampaikan keprihatinan atas peristiwa pertikaian antarwarga (tarkam) yang terjadi.
“Kedua pihak yang belum dipertemukan akan segera difasilitasi untuk duduk bersama agar konflik ini tidak berkepanjangan. Saat ini pertemuan masih dilakukan secara terpisah. Pertemuan dengan masyarakat Banemo berlangsung di kediaman Wakil Bupati, sekaligus dilakukan penyerahan sukarela senjata rakitan dan lainnya. Hal yang sama juga dilakukan oleh perwakilan masyarakat Sibenpopo,” jelasnya.
Sarbin memaparkan, konflik tersebut mengakibatkan sekitar 83 rumah terbakar dan sedikitnya 500 warga mengungsi. Pemerintah daerah bersama Pemprov Maluku Utara akan melakukan perbaikan rumah warga melalui skema kolaboratif program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), termasuk rumah ibadah yang terdampak.
“Kami juga telah memerintahkan OPD terkait untuk bergerak cepat memenuhi kebutuhan dasar para pengungsi, terutama bahan pangan bagi warga yang kehilangan harta benda,” paparnya.
Lebih lanjut, Sarbin mengajak seluruh tokoh agama dan masyarakat untuk berperan aktif meredam isu yang berkembang serta memulihkan kepercayaan publik terhadap proses penegakan hukum.
“Kami mengimbau semua pihak untuk menahan diri, tidak mudah terprovokasi, dan bersama-sama menjaga keamanan serta memperkuat persaudaraan demi terciptanya situasi yang damai dan kondusif di Halteng,” pungkasnya.
Sementara itu, Pemerintah Daerah (Pemda) Halmahera Tengah (Halteng) telah melakukan pertemuan dengan warga yang berkonflik. Pertemuan tiu difasilitasi langsung, Bupati Ikram Malan Sangadji.
Dalam kesempatan itu, Ikram menyampaikan permohonan maaf atas peristiwa yang telah menimbulkan kerugian bagi masyarakat.
“Kami atas nama pemerintah daerah memohon maaf atas kejadian ini yang mengakibatkan banyak kerugian bagi masyarakat Sibenpopo. Tentu ini akan jadi perhatian kami,” ujarnya, Minggu (5/4/2026).
Ia menegaskan, tak ada yang boleh saling menyalahkan atas konflik tersebut. Saat ini yang harus dilakukan adalah mencari solusi untuk membangun kembali kehidupan masyarakat.
“Kehadiran kami bertemu dengan semua warga bagian dari upaya pendekatan persuasif mendorong kedamaian antara dua desa. Situasi sudah lumayan aman dan tentu pengamanan akan terus dilakukan,” tuturnya.
Ia juga meminta masyarakat segera melakukan pendataan kerugian yang dialami, baik kerusakan rumah maupun kerugian lainnya. Sehingga dapat dijadikan dasar Pemda dalam melakukan pembangunan kembali.
“Kami minta warga membantu Pemda dalam mendata seluruh kerugian yang terjadi, agar kami dapat mengetahui secara langsung dan segera menindaklanjutinya,” ujarnya.
Ikram mengimbau warga Desa Sibenpopo yang mengungsi ke desa tetangga saat konflik lalu dapat kembali. Ia memastikan pihaknya dan TNI/Polri menjamin keamanan bagi seluruh warga.
“Kami menjamin keamanan masyarakat. Mari kita bersama-sama kembali membangun desa agar bisa pulih seperti sediakala dan warga dapat kembali beraktivitas dengan baik,” tambahnya.
Dalam upaya percepatan pemulihan, lanjut Ikram, pihaknya akan mengarahkan seluruh pimpinan OPD dan ASN Pemda untuk membantu perbaikan rumah dan memberikan dukungan moril kepada warga, sehingga warga dapat bangkit dari trauma konflik.
“Kami telah menunjuk Sekda Halteng Bahri Sudirman sebagai ketua tim pemulihan rumah warga pasca bentrokan. Tim ini bertugas menyiapkan data kerugian masyarakat sebagai dasar percepatan pembangunan rumah warga yang terdampak,” ujarnya, seraya menegaskan pembangunan tersebut direncanakan mulai berlangsung bulan ini.
Ia juga menginstruksikan pimpinan OPD dan ASN yang berada di wilayah Patani untuk tetap berada di lokasi dan tidak kembali ke Weda, guna bersama-sama melaksanakan apel pada Senin pagi serta membantu pembersihan puing-puing rumah warga bersama masyarakat Desa Sibenpopo. (cr-01/mg-01/rul)