BMKG Keluarkan Peringatan Dini Ketiga, Warga Maluku Utara Diminta Tetap Waspada
Ternate, malutpost.com -- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Kelas III Ternate mencatat 35 gempa susulan terjadi pasca gempa berkekuatan magnitudo 7,6 yang mengguncang wilayah Maluku Utara, Kamis (2/4/2026), pagi.
Dengan kondisi tersebut, masyarakat yang telah mengungsi diminta untuk tidak kembali ke rumah dan tetap berada di lokasi pengungsian, terutama di tempat yang lebih tinggi. Hal ini dikarenakan peringatan dini tsunami masih belum diakhiri oleh BMKG.
Pengamat BMKG Ternate, Hermizal, mengatakan bahwa saat ini peringatan dini tsunami masih berada pada tahap ketiga.
"Sampai saat ini BMKG masih mengeluarkan peringatan dini tsunami dan sudah pada peringatan dini ke tiga," katanya.
Ia menjelaskan, kondisi tersebut menandakan bahwa gelombang tsunami telah terdeteksi mencapai daratan. Berdasarkan hasil pemantauan, tinggi gelombang di wilayah Maluku Utara berkisar antara 0,29 hingga 0,31 meter.
Sementara itu, untuk wilayah Halmahera, tinggi gelombang tercatat sekitar 0,30 atau sekitar 30 sentimeter. Sementara kata dia, wilayah Sulawesi Utara yang mencapai 0,75 meter.
"Status yang kami keluarkan untuk wilayah Maluku Utara adalah siaga," tegasnya.
Status siaga ini, lanjutnya, bahwa pemerintah daerah segera mengambil langkah evakuasi, khususnya bagi masyarakat yang tinggal di kawasan pesisir menuju lokasi yang lebih aman atau dataran tinggi. Koordinasi antara BMKG dan BPBD juga disebut berlangsung intens.
Ia menyebut, wilayah yang terdampak dan masuk dalam peringatan tsunami meliputi Halmahera Barat dan Kota Ternate.
"Peringatan dini ketiga ini belum kami akhiri. Masyarakat diminta tetap berada di tempat ketinggian karena imbauan belum dicabut," jelasnya.
BMKG juga mencatat hingga saat ini telah terjadi 35 gempa susulan, sehingga masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi gempa lanjutan maupun dampak lainnya. (nar)