1. Beranda
  2. Maluku Utara

Tenaga Medis Pertanyakan Insentif Nataru, Kadinkes Malut Bilang Hanya Partisipasi 

Oleh ,

Sofifi, malutpost.com -- Sejumlah tenaga medis yang terlibat dalam pelayanan kesehatan pada Operasi Lilin Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 di Sofifi mengaku belum menerima insentif hingga saat ini.

Padahal, para tenaga medis tersebut ikut memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat selama operasi pengamanan Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Dalam Operasi Lilin tersebut, unsur yang terlibat tidak hanya dari kepolisian, tetapi juga TNI, Satpol PP, Dinas Perhubungan, serta tenaga medis yang ditempatkan di pos pengamanan.

Informasi yang dihimpun menyebutkan terdapat enam tenaga kesehatan yang dilibatkan dalam pelayanan tersebut. Mereka terdiri dari tiga orang dari Rumah Sakit Jiwa (RSJ), tiga orang dari RSU Sofifi, serta satu orang dari Dinas Kesehatan.

Para tenaga medis ini diketahui bertugas selama 14 hari penuh di pos pengamanan untuk memberikan layanan pemeriksaan kesehatan bagi masyarakat maupun petugas yang terlibat dalam operasi tersebut.

Salah satu tenaga medis yang enggan disebutkan namanya mengaku sangat menyayangkan kondisi tersebut. Pasalnya, mereka telah menjalankan tugas selama dua pekan, namun hingga kini belum menerima insentif.

"Kami kerja 14 hari di Operasi Lilin kemarin, tapi tidak dapat insentif. Sementara yang lain katanya dapat. Masa kami yang dilibatkan tidak dapat," katanya Sabtu (14/3/2026).

Ia menambahkan, persoalan tersebut sebenarnya sudah pernah ditanyakan kepada pihak dinas. Namun hingga saat ini belum ada kejelasan terkait pembayaran insentif tersebut.

"Sudah pernah ditanyakan, tapi tidak ada titik terang sampai sekarang ini," ujarnya dengan nada kesal.

Para tenaga medis berharap Dinas Kesehatan segera memberikan penjelasan terkait persoalan tersebut. Mereka menilai insentif merupakan hak yang seharusnya diterima karena telah menjalankan tugas pelayanan selama Operasi Lilin berlangsung.

Diketahui, anggaran untuk paramedis atau tenaga kesehatan dalam Operasi Lilin yang merupakan operasi pengamanan Natal dan Tahun Baru umumnya dibebankan pada anggaran daerah masing-masing, khususnya melalui dinas kesehatan.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Utara, Julys Giscard Kroons, saat dikonfirmasi mengaku keterlibatan tenaga kesehatan dalam Operasi Lilin tersebut bersifat partisipatif.

"Kita hanya minta partisipasi dari rumah sakit Sofifi dan ada beberapa teman dari Dinas Kesehatan," kata Julys saat dihubungi melalui sambungan telepon.

Ia juga menyebutkan bahwa tenaga medis dari Dinas Kesehatan sempat diberikan biaya transport oleh bendahara dinas, meski jumlahnya tidak besar.

"Memang kalau dari Dinas Kesehatan kemarin bendahara ada kasih uang transport, cuma tidak seberapa," ungkapnya.

Sementara untuk tenaga medis yang berasal dari RSJ dan RSU Sofifi, Julys berharap insentif dapat diberikan oleh pihak rumah sakit masing-masing.

"Sementara yang dari RSJ dan RSU saya berharap direkturnya kasih. Cuma mungkin mereka tidak kasih," ungkap Kadinkes.

Julys menambahkan pihaknya akan menanyakan persoalan tersebut kepada direktur masing-masing untuk mencari solusi.

"Nanti saya tanya juga ke direkturnya. Saya coba cek lagi seperti apa solusinya, nanti baru saya informasikan lagi," pungkasnya. (nar)

Baca Juga