1. Beranda
  2. Opini

Catatan Kritis di Balik Angka Kepuasan Satu Tahun Gubernur Malut

85,1 Persen yang Tidak Meyakinkan

Oleh ,

Oleh: Firman Ladoane
(Sekretaris Partai Koalisi Tim Pemenangan Sherly–Sarbin Kabupaten Pulau Morotai)

Lembaga survei Indikator merilis angka kepuasan publik terhadap Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, di angka 85,1 persen. Sekilas, ini prestasi yang patut diapresiasi.

Namun sebagai orang yang terlibat langsung dalam proses politik yang membawa Sherly ke kursi gubernur, saya perlu membaca angka ini secara jujur dan kritis.

Baca di: Koran digital Malut Post edisi Jumat, 13 Maret 2026

Sebab, jika kita bedah strukturnya, ditemukan fakta yang tidak bisa diabaikan: dari 85,1 persen itu, hanya 41,5 persen yang menyatakan "sangat puas".

Sebanyak 43,6 persen lainnya berada pada kategori "cukup puas". Dominasi "cukup puas" ini, dalam bahasa evaluasi kinerja, adalah sinyal kuning yang patut diwaspadai.

Publik sesungguhnya belum memberikan pengakuan penuh. Mereka masih menahan diri. Mereka masih menjaga jarak.

Membaca Paradoks “Cukup Puas”

Dalam banyak studi opini publik, kategori “cukup puas” sering dipahami sebagai bentuk evaluasi moderat, sebuah penerimaan yang belum sepenuhnya berubah menjadi dukungan yang intens.

Dalam praktiknya, "cukup puas" sering kali berarti: “Saya belum melihat perubahan nyata, tapi saya masih memberi kesempatan.” Atau: “Saya tidak ingin terkesan kasar, tapi saya juga tidak bisa bilang sangat puas.”

Baca Halaman Selanjutnya..

Baca Juga