1. Beranda
  2. Opini

Perempuan dan Rahim Peradaban yang Dilupakan

Oleh ,

Oleh: Muhammad Wahyudin
(Mahasiwa Pendidikan Pancasila Dan Kewarganegaraan FKIP Unkhair Ternate)

Setiap kali dunia memperingati Hari Perempuan, kita sering disuguhi kalimat-kalimat indah tentang kemuliaan perempuan. Poster-poster dipenuhi kata “ibu”, “cinta”, dan “pengorbanan”.

Perempuan dipuji sebagai tiang keluarga, sebagai sumber kasih sayang, bahkan sebagai simbol kehidupan.

Baca di: Koran digital Malut Post edisi Kamis, 12 Maret 2026

Namun di balik pujian-pujian itu, ada satu pertanyaan yang jarang diajukan dengan jujur: jika perempuan begitu dimuliakan, mengapa dalam kenyataan sosial ia justru sering dipinggirkan? Di sinilah paradoks peradaban manusia.

Perempuan adalah rahim tempat sejarah manusia bermula. Setiap manusia yang hidup di dunia ini lahir melalui tubuh seorang perempuan.

Tidak ada negara, tidak ada agama, tidak ada peradaban yang bisa berdiri tanpa proses kelahiran itu.

Namun ironinya, dalam perjalanan sejarah yang panjang, perempuan sering kali tidak diberi tempat yang setara dalam menentukan arah kehidupan bersama.

Peradaban modern suka membanggakan dirinya sebagai puncak kemajuan manusia. Kita mengukur kemajuan melalui teknologi, ekonomi, dan kekuatan negara.

Baca Halaman Selanjutnya..

Baca Juga