1. Beranda
  2. Hikmah Ramadan

Hikmah Ramadan

Ramadan dan Divergensi: Ketika Puasa Mengoreksi Arah Moral Manusia

Oleh ,

Oleh: Munawir Kamaluddin
(Guru Besar UIN Alauddin Makassar)

Ada sesuatu yang ganjil dalam kehidupan manusia modern. Di bulan Ramadan, masjid-masjid dipenuhi jamaah, ayat-ayat suci dilantunkan dengan khusyuk, doa-doa menggema di malam hari, dan tangan-tangan terangkat memohon ampunan.

Namun di sisi lain, kita masih menyaksikan ironi yang mengusik hati, kejujuran yang semakin langka, empati yang menipis, dan adab yang kian memudar.

Baca di: Koran digital Malut Post edisi Senin, 9 Maret 2026

Ibadah meningkat, tetapi akhlak tidak selalu ikut bertumbuh. Di sinilah kita mulai memahami sebuah fenomena yang sering luput disadari, divergensi moral.

Divergensi secara sederhana berarti penyimpangan arah. Dalam konteks karakter dan moralitas, ia menggambarkan kondisi ketika manusia berjalan menjauh dari nilai-nilai luhur yang seharusnya menjadi pedoman hidupnya.

Ia bukan sekadar kesalahan perilaku, tetapi sebuah proses perlahan ketika nurani kehilangan ketajamannya, ketika standar baik dan buruk mulai kabur, dan ketika manusia lebih mudah menoleransi penyimpangan daripada memperjuangkan kebenaran.

Ironisnya, penyimpangan itu sering terjadi bukan karena manusia tidak tahu kebenaran, tetapi karena ia mulai terbiasa mengabaikannya.

Ramadan hadir di tengah kondisi itu seperti cahaya yang menembus kabut kesadaran manusia. Ia bukan sekadar bulan menahan lapar dan dahaga, tetapi bulan di mana manusia diuji untuk kembali menemukan arah hidupnya.

Baca Halaman Selanjutnya..

Baca Juga