Iran dan AS Mempengaruhi Ekonomi Asia Pasifik
Jalur Energi, Dolar dan Hegemoni
Oleh: Fahri Sibua
(Magister Akuntansi)
Ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran selama beberapa dekade terakhir tidak hanya memicu instabilitas di Timur Tengah, tetapi juga memberi dampak luas terhadap perekonomian global, khususnya kawasan Asia Pasifik.
Perseteruan ini bukan sekadar konflik diplomasi atau rivalitas politik. Di baliknya terdapat perebutan pengaruh atas jalur energi dunia, dominasi mata uang dalam perdagangan internasional, serta upaya mempertahankan hegemoni dalam arsitektur ekonomi global.
Baca di: Koran digital Malut Post edisi Jumat, 6 Maret 2026
Asia Pasifik, sebagai kawasan dengan pertumbuhan ekonomi paling dinamis di dunia, menjadi salah satu wilayah yang paling merasakan dampaknya.
Ketergantungan kawasan ini terhadap pasokan energi dari Timur Tengah membuat setiap eskalasi ketegangan antara Washington dan Teheran berpotensi mengguncang stabilitas ekonomi regional.
Iran, AS, dan Ekonomi Global
Iran merupakan salah satu pemain penting dalam pasar energi global. Negara ini memiliki sekitar 15 persen cadangan minyak dunia dan menguasai jalur distribusi energi vital melalui Selat Hormuz. Jalur ini dilalui hampir seperlima perdagangan minyak global setiap tahun.
Namun, hubungan Iran dengan Amerika Serikat yang penuh ketegangan membuat sektor energi global sering berada dalam ketidakpastian.
Kebijakan sanksi ekonomi yang diterapkan Washington terhadap Teheran tidak hanya bertujuan menekan ekonomi Iran, tetapi juga membatasi ekspor minyaknya ke pasar internasional.
Baca Halaman Selanjutnya..