1. Beranda
  2. Maluku Utara

Tekan Inflasi Jelang Idulfitri, Pemprov Malut Gelar Gerakan Pangan Murah

Oleh ,

​Sofifi, malutpost.com-- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku Utara berupaya menjaga stabilitas harga pangan menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idulfitri 1447 Hijriah/ 2026 Masehi.

Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, didampingi Wagub Sarbin Sehe secara resmi membuka kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) dan Gebyar Pasar Murah yang dipusatkan di Kampong Ramadhan, Taman Sultan Tidore, Sofifi, Senin (2/3/2026).

​Langkah strategis yang diinisiasi oleh Dinas Pangan serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) ini bertujuan untuk mengendalikan laju inflasi daerah dan memastikan keterjangkauan daya beli masyarakat di tengah tren kenaikan harga kebutuhan pokok.

​Gubernur menegaskan bahwa program ini adalah wujud nyata kehadiran negara bagi masyarakat yang sedang menjalankan ibadah puasa.

​"Melalui paket subsidi ini, masyarakat cukup membayar Rp 50.000 untuk paket berisi beras premium 5 kg, minyak goreng 2 liter, dan gula pasir 2 kg. Jika di pasar umum, harga paket ini mencapai Rp170.000 hingga Rp180.000. Ada penghematan besar untuk membantu kebutuhan rumah tangga," kata Sherly, Senin (2/3/2026).

​Untuk tahap ini, pemerintah menyediakan total 9 ton paket sembako atau sekitar 1.000 kupon belanja dari Dinas Pangan, dan 300 paket dari Dinas Perindag yang disediakan untuk warga Sofifi dan 700 paket untuk warga Pulau Tidore. Sejumlah paket yang menyasar warga kategori ekonomi rendah atau Desil 1-5. Selain paket subsidi, Bulog juga menyiagakan stok Beras SPHP seharga Rp12.000 perkilogram dan Minyak Kita seharga Rp15.700 perliter bagi masyarakat umum.

Pada kesempatan itu, Sherly juga merespons aspirasi masyarakat terkait dengan aktivasi BPJS gratis. Untuk itu ia memerintahkan Dinas Sosial segera mengaktifkan BPJS bagi warga kurang mampu guna mempertahankan status Maluku Utara sebagai provinsi Universal Health Coverage (UHC).

​Kemudian terkait modal UMKM, membuka akses pinjaman modal hingga Rp3 juta melalui Permodalan Nasional Madanu (PNM) Mekaar bagi ibu-ibu pelaku usaha mikro, seperti pembuat takjil dan kue lebaran.

​Selain itu, perbaikan Infrastruktur jalan di area Pasar Galala, Kota Tidore Kepulauan akan mulai dikerjakan pada Juli 2026.

​"Target kita adalah menekan laju inflasi daerah. Kami berharap masyarakat bisa beribadah dengan tenang tanpa terbebani kenaikan harga pangan yang tinggi," pungkasnya. (nar)

Baca Juga