1. Beranda
  2. Hikmah Ramadan

Hikmah Ramadan

Ramadan dan Etos Kerja

Oleh ,

Oleh: Fazar Rifqi As Sidik, M.Pd
(Dosen Muda UIN SGD Bandung & STIT Az Zahra Tasikmalaya, Awardee LPDP BIB Kemenag 2025, Mahasiswa Program Doktor Universitas Pendidikan Indonesia)

Ramadan kerap dipahami sebagai bulan perlambatan. Di sejumlah instansi, ritme kerja menurun. Di dunia pendidikan, jam pelajaran dipangkas, perkuliahan dirampingkan, dan suasana akademik terasa lebih lengang.

Penyesuaian waktu tentu bagian dari ikhtiar menjaga energi serta memberi ruang lebih luas untuk ibadah. Namun pertanyaannya, apakah puasa identik dengan kelesuan produktivitas?

Baca di: Koran digital Malut Post edisi Sabtu, 28 Februari 2026

Allah SWT. telah menegaskan tujuan puasa dalam Al-Qur’an: “Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa” (QS. Al-Baqarah [2]: 183).

Tujuan puasa adalah takwa, kesadaran penuh akan kehadiran Allah dalam setiap aktivitas. Dalam pandangan Al-Ghazali dalam Ihya Ulumuddin (abad ke-11), takwa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga.

Melainkan menjaga seluruh potensi diri agar selaras dengan nilai Ilahiah. Artinya, puasa justru melatih disiplin, pengendalian diri, dan fokus tiga unsur utama dalam produktivitas.

Dalam teori motivasi modern, Abraham Maslow (1943) menempatkan aktualisasi diri sebagai puncak kebutuhan manusia.

Ramadan memberi ruang refleksi yang dalam sehingga kerja tidak lagi sekadar rutinitas administratif, melainkan jalan pengabdian.

Baca Halaman Selanjutnya..

Baca Juga