Tetap Produktif Tanpa Kehilangan Pahala: Panduan Puasa bagi Pekerja Berat
Jemaah Bertanya, Ustad Menjawab
Pertanyaan:
Assalamualaikum Ustad. Bagaimana batasan antara menjaga pahala puasa dan tetap produktif bekerja, khususnya bagi buruh, wartawan, tenaga medis, dan pekerja lapangan? Mohon penjelasannya.
Jawaban:
Pertanyaan yang sangat bagus karena pada hakikatnya bekerja secara produktif sambil tetap menjalankan puasa adalah ciri seorang mukmin yang kuat. Islam sangat membenci kemalasan, terutama jika menjadikan puasa sebagai alasan untuk tidak produktif.
Pekerja lapangan seperti buruh, wartawan, dan tenaga medis memiliki tantangan fisik yang luar biasa saat Ramadhan.
Dalam Islam, bekerja mencari nafkah yang halal juga dihitung sebagai jihad dan ibadah, sehingga Anda sebenarnya sedang menjalani "dua ibadah" sekaligus: puasa dan bekerja.
Saudaraku yang beriman ada beberapa tips dari ustadz agar pahala puasa tetap terjaga dan fisik tetap kuat bagi pekerja berat:
1. Manajemen Niat (Mengubah Lelah Jadi Lillah)
Jadikan rasa lelah bukan sekadar efek samping puasa, tapi sumber pahala tambahan.
Niatkan Bekerja sebagai Ibadah hingga Setiap tetes keringat buruh atau langkah wartawan di lapangan diniatkan untuk menafkahi keluarga atau memberi manfaat pada orang lain.
Baca Halaman Selanjutnya..